Viral Spanduk ‘Kabupaten Sultan Dg Radja’ di Lokasi Perkemahan, Kwarcab Beri Penjelasan

Spanduk perkemahan di Bulukumba ramai dikomentari netizen karena menggunakan nama pahlawan nasinal asal Bulukumba

Terkini.id,Makassar – Di media sosial viral foto spanduk bertuliskan ‘Kabupaten H.A Sultan Dg Radja’ Bumi Perkemahan Timbula Bonto Tangnga.

Terkait spaduk yang ramai dibincangkan warga net hingga anggota group group WhatsApp ditanggapi Ketua Kwarcab Pramuka Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Tanggapan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba itu saat TERKINI.Id Minggu, 18 Agustus 2019.

Menurutnya, soal spanduk tersebut, Ia mengatakana itu mengadopsi konsep jambore. Dalam konsep perkemahan kita ada istilah bupati, camat, lurah. Bahkan di jambore sampai ada ketua RW dan ketua RT.

“Itu istilah di perkemahan-perkemahan yang dilakukan oleh pramuka. Mungkin selama ini luput dari perhatian para pihak. Tapi bagi yang sering ikut kegiatan pramuka terbiasa dengan istilah l-istilah ini,” terangnya.

Bahkan orang nomor dua di Bumi Butta Panrita Lopi itu mencontohkan Pramuka yang berpangkat bupati.

“Ini contoh pramuka yang berpangkat bupati,” lanjutnya.

Namun untuk menghindari pro dan kontra, calon Bupati Petahana dri Bulukumba itu mengaku sudah meminta panitia untuk mengganti spanduk tersebut. Daripada energi kita habiskan pada perbincangan ini yang mungkin belum familiar di publik maka pihaknya mengganti spanduknya.

“Awalnya niat kita penamaan perkemahan mulai dari bupati, camat sampai desanya mengambil nama tokoh-tokoh pejuang Bulukumba,” saambungnya.

Sementara itu, Rudy Ramlan selaku Kadis Kominfo Bulukumba juga ikut meluruskan terkait spanduk viral itu. Menurutnya, sedikit meluruskan terkait spanduk yang ada di Bumi Perkemahan

Tahun ini perkemahan Tingkat Kabupaten di pusatkan di Bonto Tiro dengan tema Pahlawan Nasional. Karena ini adalah di tingkat Kabupaten, maka diberilah nama wilayah perkemahan tersebut dengan nama Pahlawan Nasional kita.

“Di daerah perkemahan tersebut akan terbagi dalam 10 kecamatan dan akan diberi nama sesuai dengan nama pahlawan atau tokoh yang berasal dari kecamatan tersebut sehingga tidak lagi menggunakan nama kecamatan masing-masing,” imbuhnya.

Lanjut Ramlann, ini tentunya merupakan pembelajaran bagi anak didik kita yang mengikuti perkemahan sehingga mereka tau siapa pahlawan atau pejuang yang berasal dari daerah kecamatan dan kelurahan atau desa kita.

Semakin banyak nama pahlawan yang muncul di area perkemahan, makan anak didik kita pasti akan semakin tau dan paham akan perjuangan para pendahulunya.

“Kami yakin sangat banyak anak didik dan generasi muda kita yang tidak tau pahlawan  atau tidak mengenal orang-orang yang berjasa atas kemerdekaan kita di Bulukumba. Sehingga inilah mungkin salah satu cara pemerintah, khususnya Kwarcab dalam menyampaikan kepada anak didik bahwa inilah para pejuang / pendahulu kita,” tutupnya.

Berita Terkait