Viral Spanduk ‘Larangan Bersholawat’ Terpasang di Pinggir Jalan, Ini Faktanya

Spanduk
Spanduk 'Larangan Bersholawat' viral di media sosial. (Foto: turnbackhoax)

Terkini.id, Jakarta – Belakangan ini jagat media sosial diramaikan dengan perbincangan terkait sebuah spanduk yang bertuliskan ‘Larangan Bersholawat’ di salah satu daerah di Indonesia.

Foto yang memperlihatkan spanduk tersebut diunggah oleh akun Twitter @musa_herlangga pada Selasa 24 Desember 2019.

Dalam unggahannya, spanduk berwarna biru itu terlihat terpasang di pinggir jalan. Dalam narasinya, akun Twitter @musa_herlangga menuliskan kalimat “Udah mulai terang-terangan larangan bersholawat”.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta seperti dilansir dari Suara, Selasa, 24 Desember 2019, tulisan dalam spanduk itu dimaknai keliru oleh publik.

Spanduk dalam foto itu merupakan postingan lama tepatnya pada Desember 2017 silam yang dibagikan ulang oleh warganet pada 16 Desember 2019.

Menarik untuk Anda:

Salah satu ustaz kondang Tanah Air, Ustaz Yusuf Mansur, bahkan sempat membagikan foto itu di akun Instagram-nya pada Desember 2017.

“Hahahaha. Paham ga? Paham lah ya? Salam buat kawan-kawan se-Kota Larangan,” tulis Ustaz Yusuf Mansur di caption unggahannya.

Dilansir dari laporan irektorat Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Informasi dan Informatika, kata ‘Larangan’ dalam spanduk tersebut ternyata adalah nama sebuah kecamatan di Kota Tangerang.

Sekedar diketahui, Kecamatan Larangan merupakan pemekaran dari Kecamatan Ciledug yang masuk di wilayah Kota Tangerang.

Maka dari itu, narasi dalam unggahan foto @musa_herlangga adalah narasi menyesatkan dan masuk ke dalam kategori False Connection atau koneksi yang salah.

Sebab faktanya, tulisan “Larangan Bersholawat” merupakan pengumuman acara shalawatan yang diprakarsai oleh warga Kecamatan Larangan, dan bukan imbauan untuk melarang warga bershalawat.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Meme Sabung Ayam Beredar, Ustaz Tengku Zul Adukan Akun Komikkita ke Polri

Ngaku Sering Kentut Sembarangan, Artis Ini Minta Maaf ke Suami

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar