Wabah dan Doa

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

Wabah korona mendera dunia, ujian Allah pada kita bertepatan Ramadan ini. Maka ikhtiar sebagai Allah yang beriman dan bertaqwa, menyerahkan segalanya kepada Allah, bertawakkal diiringi doa.

Doa menyatukan seorang hamba dengan sang khalik melalui dialog munajatnya. Hamba berada dalam posisi membutuhkan sementara sang khalik yang mengabulkan doa hamba-Nya.

Allah Swt menyeru hamba-Nya, Berdoalah padaku niscaya akan kukabulkan ! Demikianlah relasi hamba dengan Allah Swt melalui doa. Beragam hajat yang diuraikan hamba kala berdoa.

Doa memiliki kekuatan, seseorang senantiasa memiliki optimisme, asa-pengharapan doanya akan dikabulkan sesuai janji Allah Swt. Sebaliknya, diragukan keimanan seseorang sekiranya meragukan Allah tidak mendengar dan mengabulkan permohonannya.

Namun kadangkala seorang hamba, tidak memahami bagaimana cara berdoa dan etikanya. Kadangkala justru berdoa dengan menguraikan hajatannya tanpa diikuti perasaan butuh.

Menarik untuk Anda:

Sekadar seremoni, bahkan kadang berdoa tanpa mengetahui substansi doa yang dipimpin imam shalat dengan mencukupkan diri mengucap amiiin.

Sejatinya seorang hamba kala berdoa menyadari sepenuhnya hajatannya pada Allah dan berdoa dengan sungguh-sungguh diserta keinginannya dikabulkan. Tetapi tentu saja Allah tidak tunai, cash seperti halnya tansaksi di mall. Tetapi Allah memenuhi kebutuhan hamba-Nya melalui banyak hal dan hanya Allah yang mengetahuinya.

Kadang seseorang meminta kekayaan materil, tetapi cukup diberi kesehatan, sebab sekalipun diberi uang melimpah tetapi selalu sakit dan membutuhkan biaya besar, selain tersiksa juga kekayaan terkuras.

Seseorang meminta jabatan, dalam doanya mengharapkan Allah segera membuka hati sang bos untuk memilihnya pada posisi yang diinginkan. Namun sampai pelantikan, namanya tidak masuk dalam jajaran pejabat baru yang dilantik. Mungkin kecewa pada Allah doanya tidak terkabulkan.

Kenyataannya, Allah menjawabnya dengan tidak memberinya jabatan sebab Allah hendak menyelamatkannya, dunia akhirat.

Allah mengetahui, sekiranya menjadi pejabat kemudian melakukan tindakan korupsi lalu ditangkap KPK, bukan hanya dirinya yang berdosa-hina dan kehilangan jabatan serta dipenjara.

Rasa malu juga menimpa saudara dan seluruh keluarganya di kampung.

Selain itu, setiap hamba harus menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada yang tertolak meski Allah menjawabnya, atau mengabulkannya dengan cara lain.

Selain itu, sesungguhnya doa akan tertolak selama hati seseorang dipenuhi dosa, bahkan dalam darah dagingnya menyatu dengan makanan harta yang kelak menjadi daging.

Hal tersebut menurut para ulama sufi, akan menghalangi doa tidak diterima.

Bagi orang beriman yang berhati bersih, doanya adalah kekuatannya untuk senantiasa berdialog dengan Allah dan keinginannya semata agar dicintai Allah, bukan hajat yang materil yang bakal menjauhnya dengan sang khalik, Allah Swt.

Di bulan suci penuh berkah ini, marilah kita berdoa diberi kekuatan menghadapi ujian Allah dan segera dijauhkan dari wabah korona ini. Amin

Firdaus Muhammad,

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hadapi Masalah dengan “Salaama”

Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Bulukumba: Tanggapan Putra Daerah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar