Wah, Kabar Buruk nih? Menag Sebut Arab Saudi Tak Akui Vaksin Sinovac: Vaksin China

Wah, Kabar Buruk nih? Menag Sebut Arab Saudi Tak Akui Vaksin Sinovac: Vaksin China

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag), yakni Yaqut Cholis Qoumas, menyampaikan kabar kurang menyenangkan soal keputusan Arab Saudi.

Menurut Yaqut, Kerajaan Arab Saudi hanya mengakui empat vaksin sebagai syarat pelaksanaan ibadah umrah dan salah satu yang tidak diakui Saudi adalah vaksin buatan China.

“Vaksin China termasuk di dalamnya adalah Sinovac, yang kita pakai dan diakui oleh WHO, itu tidak diakui Saudi,” ujar Yaqut di Kompleks Parlemen Senayan pada Selasa ini, 30 November 2021, dikutip terkini.id via Merdeka.

Yaqut menyampaikan bahwa vaksin yang diakui Arab Saudi hanya empat, yakni, Pfizer, AstraZeneca, Johnson and Johnson, dan Moderna.

Jadi, khusus bagi jemaah penerima empat jenis vaksin tersebut, maka bisa langsung melaksanakan umrah tanpa melalui karantina.

Baca Juga

“Kalau tidak menggunakan empat vaksin yang diakui Saudi itu tetap harus karantina selama tiga hari.”

Kendati demikian, Arab Saudi memberikan kelonggaran terhadap penerima vaksin yang diakui WHO, termasuk Sinovac.

Namun, ada syaratnya, yaitu dengan mendapatkan suntikan dosis ketiga atau booster dari salah satu vaksin yang diakui Arab Saudi.

“Dan itu 14 hari efikasinya sebelum berangkat sudah harus divaksin dengan booster satu di antara empat itu.”

Usai menjalani karantina, jemaah yang mendapatkan vaksin di luat empat vaksin tersebut harus dinyatakan negatif tes polymerase chain reaction (PCR).

“Kalau hasilnya negatif, (jemaah) bisa langsung umrah dan sebaliknya,” pungkas Yaqut.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.