Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat: Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Harus Terus Dilakukan

Lestari Moerdijat
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Inibaru.id)

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menanggapi perihal jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia pada Jumat dan Sabtu, 13-14 November 2020, yang melonjak naik melampaui angka 5.000 kasus per hari.

Lestari meminta semua pihak agar konsisten dalam upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

Ia menduga ada inkonsistensi dalam pengendalian penyebaran COVID-19 yang menyebabkan lonjakan kasus positif COVID-19.

Oleh karenanya, Lestari mengingatkan kepada semua pihak selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Dalam dua hari terakhir tercatat lonjakan kasus positif COVID-19 hingga menembus angka 5.000-an. Upaya pengendalian yang konsisten dan penegakkan disiplin menjalankan protokol kesehatan harus terus dilakukan,” ujar Lestari, Minggu 15 November 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Menarik untuk Anda:

Ia memaparkan, sejumlah ahli epidemiologi memperkirakan lonjakan kasus itu terjadi sebagai dampak dari pelaksanaan cuti bersama dua pekan lalu.

Terkait hal tersebut, Lestari meminta para pemangku kepentingan dalam pengendalian COVID-19 konsisten dalam menegakkan aturan untuk seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, lonjakan kasus COVID-19 usai libur panjang sudah dua kali terjadi, yakni pada libur panjang pertengahan Agustus 2020 dan yang terbaru libur panjang akhir Oktober 2020.

Ia menilai sejumlah pihak yang berwenang dalam pengendalian COVID-19 terkesan membiarkan Ketika ada sekelompok orang menciptakan kerumunan di area publik.

“Terkesan tebang pilih dalam penegakan aturan. Pemerintah seyogianya konsisten dalam menegakkan protokol pengendalian COVID-19,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.

Adapun upaya pengendalian COVID-19, kata Rerie, memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gaddong Daeng Ngewa Menang Praperadilan Lawan Polda Sulsel, Kuasa Hukum Minta Kembalikan BB

Jepang Larang Penjualan Mobil Mesin Bensin, Alasannya?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar