WALHI Sulsel: Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Kembali Terjadi di Sidrap

Terkini.id, Makassar – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan kembali menemukan pejuang lingkungan yang terkena kriminalisasi. Dia adalah salah satu tokoh masyarakat Pitu Riase, Sidrap, Andi Kengkeng.

Menurut Kepala Unit Hukum Lingkungan WALHI Sulsel, Arfandi Anas, tuduhan pengancaman yang disangkakan kepada Andi Kengkeng merupakan bentuk kriminalisasi pejuang lingkungan.

Selama ini Andi Kengkeng merupakan tokoh utama dalam gerakan penyelamatan lingkungan di Sungai Bila. 

“Semua orang di Sidrap tahu, terkhusus warga Pitu Riase, kalau Pung Kengkeng adalah pejuang lingkungan yang saat ini sangat vokal dan serius melindungi Sungai Bila dari aktivitas tambang. Saya pun harus menyampaikan bahwa kasus tersebut merupakan upaya kriminalisasi terhadapnya,” kata Arfandi, Rabu, 27 Januari 2021.

Mungkin Anda menyukai ini:

Pendi, sapaannya, mengatakan selama ini banyak pihak terkhusus para penambang di Sungai Bila yang berusaha keras agar Andi Kengkeng berhenti menyelamatkan Sungai Bila. Sehingga mereka pun mencari celah agar orang yang berjuang untuk lingkungan hidup dihilangkan atau dipenjara. 

Baca Juga: Diskriminasi Penegakan Hukum Lingkungan di Sulsel Ancam Masyarakat Kecil, Korporasi...

“Ini cara-cara klasik yang masih terus digunakan oleh pihak-pihak yang tidak setuju dengan gerakan penyelamatan lingkungan. Saya pun menyayangkan langkah Polres Sidrap yang terkesan akomodatif terhadap laporan penambang dan abai terhadap kerusakan lingkungan dan pelanggran hukum yang dilakukan para penambang,” tuturnya.

Menurutnya, sejak masyarakat melakukan penolakan tambang di Sungai Bila dan pengaduan terkait pelanggaran hukum lingkungan yang dilakukan pemilik aktivitas tambang, Polres Sidrap tidak serius menanggapi laporan tersebut dan tak peduli terhadap kerusakan lingkungan di Sungai Bila.  

“Maka jelas ini adalah kriminalisasi dan kami mengecam keras upaya tersebut. Kami pastikan akan memberi dukungan kepada Pung Kengkeng agar dia terbebas dari upaya kriminalisasi penambang,” ungkapnya.

Baca Juga: Unggah Aktivitas Tambang Sungai Bila di Medsos, Pejuang Lingkungan Sidrap...

Kemudian, Pendi juga meminta agar penyidik kejaksaan negeri Sidrap menghentikan proses hukum ini. 

“Hentikan kriminalisasi pejuang lingkungan Sidrap, tangkap dan proses hukum penambang di Sungai Bila,” tegas Alumni UIN Alauddin ini.

Bagikan