Walhi Sulsel Kritik Lokasi F8 di Area Reklamasi, Danny Tantang Diskusi

F8
Lokasi penyelenggaraan F8, Center Point of Indonesia (CPI)

Terkini.id, Makassar – Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Muhammad Al Amin menolak penyelenggaraan F8 digelar di area reklamasi Center Point of Indonesia (CPI).

Ia beralasan penolakan tersebut lantaran CPI memiliki pelanggaran-pelanggaran lingkungan dan mengabaikan hak-hak nelayan tradisional di 4 kelurahan yang terkena imbas proyek reklamasi CPI.

“Di Kecamatan Mariso terutama di Kelurahan Bontorannu, Tamarunang, Lette dan Pannambungan merupakan wilayah tempat bermukimnya nelayan tradisional Pantai Losari yang terkena imbas langsung dari proyek reklamasi CPI,” kata dia kepada Terkini.id, Selasa, 8 Oktober 2019.

Al Amin mengatakan, nelayan menuntut PT. Ciputra selaku pengelola bertanggung jawab memulihkan akses jalur perahu nelayan menuju laut lantaran pendangkalan akibat reklamasi.

“Dan tidak melanjutkan pembangunan jembatan CPI. Selain itu PT. Ciputra tidak lagi melarang nelayan untuk menangkap ikan di sekitar lokasi CPI dan segera memulihkan wilayah tangkap nelayan,” ungkap Al Amien

Al Amien menilai, penyelenggaran Festival F8 di lokasi reklamasi CPI yang mengusung konsep ramah lingkungan justru berbanding terbalik dengan kerusakan lingkungan akibat reklamasi CPI.

Sehingga Al Amin meminta Ciputra untuk bertanggungjawab atas kerusakan akses nelayan di Kecamatan Mariso.

“Tentu tidaklah etis merayakan festival yang mengusung konsep ramah lingkungan di lahan reklamasi yang telah membuat nelayan tradisional menderita dan sampai saat ini nelayan masih terus berjuang dalam menuntut hak-haknya atas lingkungan,” tambahnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Pencetus F8 sekaligus Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, selama reklamasi sesuai dengan undang-undang berarti dia sah secara hukum.

“Saya ini konsultan reklamasi, saya mau ajak teman-teman WALHI diskusi soal reklamasi. Inilah reklamasi terbaik lantaran berbasis mitigasi,” ucap dia mengutip kata Paskalis, seorang kontraktor di Dubai, Singapura, dan di Makassar

Dia mengatakan bahwa ada dua jenis reklamasi. Pertama, sekadar bisnis saja, kedua, ada reklamasi mitigasi terhadap kenaikan air laut.

“Ikan-ikan yang ada di situ (CPI) malahan besar-besar. Padahal, katanya reklamasi akan merusak ekosistem laut, namun reklamasi di CPI itu adalah reklamasi yang menciptakan ekosistem baru yang lebih baik dari ekosistem lama,” kata dia.

Danny justru menyebut bahwa WALHI tidak melihat bahwa kegiatan F8 yang berkaitan dengan plastik bersama Oktopus justru sebuah komitmen lingkungan.

“Lingkungan justru tidak boleh dipolitisasi. Kalau mau, saya ajak WALHI diskusi, bisa berdebat langsung dengan saya. Karena saya yang punya ide itu. Saya mau ajak WALHI langsung lihat ikan-ikan besar di CPI,” paparnya.

Komentar

Rekomendasi

Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Aksi Kampanye ‘Stop Diskriminasi Kusta’

NasDem Beri Sinyal Usung Danny Pomanto, Surya Paloh: Catatan Tidak Boleh Kalah

Appi Ingin Hapus Iuran Sampah Jika Jadi Walikota Makassar

Disebut Bakal Berpasangan Dengan Prof Yusran di Pilwali Makassar, Appi: Bulan Maret Kita Putuskan

Lantik Pengurus Gerakan Pemuda Mallengkeri Bersatu, Ini Harapan Camat Tamalate

Ratusan Alumni Kosmik Unhas Angkatan 94 Ikuti Reuni Perak di Pantai Akkarena

Kembangkan UMKM, Diskop UKM Sulsel Teken MoU dengan STIE Nobel

Brimob Makassar Bersihkan Kanal di Kelurahan Parang

Frame Insight Indonesia Bakal Gelar Diskusi Strategi Branding Digital, Catat Tanggalnya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar