Selama ini, lanjut dia, Sulsel tidak memiliki transportasi dengan jumlah besar. Pembangunan dan akselerasi ekonomi pun tidak berdampak besar seperti di Jawa.
Menurutnya, ada tiga infrastruktur yang harus dimiliki Sulsel yaitu transportasi darat; tol, kereta api, pelabuhan, bendungan untuk membantu pertanian. Dengan begitu, akan memicu pembangunan dan pertumbuhan Sulsel.
Terpisah, Pengamat Transportasi UNIFA Nur Khaerat Nur mengatakan bila pemerintah kota bersi keras dengan jalur layang berarti ada kemungkinan adanya hambatan yang lebih besar ketika dibuat rel biasa.
“Harus diputuskan segera mana pertimbangan yang lebih efektif karena kita ingin jalur kereta api ini segera dibangun,” katanya.
Ia juga menegaskan, seharusnya sejak awal pemerintah kota menegaskan perencanaannya dan menghindari kejadian ini.
- Tinjau Lokasi Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Kawal Langsung Pemulihan 19 KK Terdampak
- Kunjungi Korban Kebakaran Mangasa, Wali Kota Makassar Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
- Wali Kota Makassar Dorong Integrasi Informasi Cuaca Maritim BMKG ke Superapps Lontara Plus
- Munafri Terima Kakanwil Baru BPJS Ketenagakerjaan, Bahas Penguatan Perlindungan Pekerja Rentan
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Menurutnya, akan muncul pertanyaan di kalangan masyarakat soal model perencanaan jalur kereta api. Apalagi, proses itu diketahui oleh pusat, provinsi dan daerah.
“Jika tidak matang ya beginilah jadinya? Seharusnya diputuskan bukan saat sekarang tetapi jauh hari,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
