Terkini.id, Makassar – Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN di Makassar sejak September 2023 menuai kritikan keras dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Dengan rasa kecewa, Danny Pomanto, sapaan akrabnya, menilai kondisi pemadaman ini menyurutkan perkembangan Kota Makassar, seolah kembali ke masa lalu.
“Ini listrik rawan sekali. Kita ini seperti di zaman batu saja. Ini kita ada di kota besar begini. Tapi ini seperti zaman dulu-dulu,” ujar Danny Pomanto.
Menariknya, sebelumnya PLN mengklaim bahwa Sulawesi Selatan memiliki surplus listrik.
“Dulu dikatakan bahwa itu surplus 450 mega watt, kita sudah punya dua Tenaga Bayu, kita sudah punya PLTU, kita punya Bakaru, kita punya Poso,” tegas Danny.
- Wali Kota dan Wawali Makassar Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri Dorong Pembangunan Kota yang Adaptif
- Di Rakernas APEKSI 2026: Wali Kota Makassar Munafri Dorong Penguatan Ketahanan Bencana dan Pangan
- Munafri Arifuddin Hadiri Gala Dinner APEKSI 2026, Perkuat Sinergi Antarkota untuk Kemajuan Makassar
Namun, informasi terbaru yang diterima Danny dari Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, justru menyebutkan kekurangan pasokan listrik mencapai seribu sekian mega watt.
Keadaan ini pun menimbulkan pertanyaan besar terkait aspek backup industri dan keberlanjutan pasokan listrik di kota besar seperti Makassar.
Hingga saat ini, pemadaman listrik masih berlanjut dan belum ada kejelasan kapan masalah ini akan terselesaikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
