Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku pusing dengan sikap ambiguitas dari bawahannya setelah pengesahan Ranperda APBD Perubahan tahun anggaran 2021.
Hal itu seiring dengan isu rotasi pejabat yang terus menguat.
Setelah pembahasan APBD Perubahan 2021, banyak hal yang membuatnya bingung.
“Ada ambigu antara orang-orang merasa mau diganti dan harus melaksanakan tugas,” kata Danny Pomanto, Sabtu, 2 Oktober 2021.
Sebab itu, ia mengatakan tengah mempertimbangkan untuk melakukan percepatan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Pokok atau melakukan rotasi jabatan.
“Percepatan untuk pembahasan (RAPBD) pokok atau resetting dulu,” ungkapnya.
Danny mengatakan dirinya membutuhkan waktu berpikir selama tiga hari untuk menentukan mana akan diprioritaskan.
“Saya butuh tiga hari untuk berpikir, kasih bagus dulu pikiran untuk menyusun strategi kembali, termasuk pelaksanaan anggaran perubahan,” jelasnya.
Sebelumnya, Danny mengatakan membutuhkan waktu untuk meampungkan resetting. Pasalnya, pihaknya sementara fokus kepada RAPBD Perubahan 2021 dan RAPBD Pokok 2022.
Menurutnya, untuk melakukan penyusunan perlu pemahaman lebih dalam dari semua pihak hingga paling terkecil. Kendati demikian, ia mengaku bisa saja melakukan resetting hanya saja waktunya yang terbatas.
“Jadi kalau saya resetting terganggu ini pembahasan. Saya bisa saja, tapi saya pikir-pikir waktunya saja,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
