Makassar Terkini
Masuk

Wali Kota Makassar Sebut Tak Bisa Prediksi UMK 2022

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku tak bisa memprediksi besaran upah minimum kota atau UMK tahun 2022. 

Rencananya, pembahasan formulasi UMK bakal berlangsung besok, Selasa, 23 November 2021. Danny mengatakan bakal mengikuti keputusan hasil rapat yang ditetapkan oleh Dewan Pengupahan.

“Kami ikut. Kami serahkan pada mereka soal pengupahan antara pengusaha atau APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), asosiasi buruh, sama pemerintah. Jadi biarkan mekanisme berjalan karena semua punya aturan,” ucap Danny Pomanto, Senin, 22 November 2021.

Saat ini besaran UMK di Kota Makassar sebesar Rp3.244.423 pada tahun ini. Naik 2 persen dari tahun sebelumnya yaitu Rp3.191.270.

Danny berharap penetapan UMK di Makassar kali ini dikaji mendalam. Meskipun inflasi terbilang konstan, tetapi kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.

“Jadi kalau asal-asalan dinaikkan berbahaya nanti. Jangan sampai kolaps duluan. Stagnan pun itu sudah luar biasa. Tapi tunggu saja keputusan dari Dewan Pengupahan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, rapat pembahasan penetapan UMK dilakukan pada Selasa, 23 November 2021.

Hal itu setelah beberapa kali tertunda lantaran peserta rapat yang belum kuorum.

“Besok kami rapat. Rencana hari ini tapi ada anggota dewan pengupahan yang berhalangan. Kita maunya lengkap, paripurna,” kata Nielma.

Nielma mengatakan, ada sejumlah indikator yang harus digunakan dalam menghitung penentuan UMK. Apalagi status kondisi pandemi Covid-19 belum dicabut.

“Kami belum bisa prediksi berapa besarannya karena kami mau menghitung berdasarkan formula dari tim (Dewan Pengupah),” ungkapnya.