Makassar Terkini
Masuk

Warga Barombong Protes Rekayasa Jalan: Mutar Terlalu Jauh, Kita Juga Pembayar Pajak

Terkini.id, Makassar – Warga Barombong menolak rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah. Pasalnya, mereka harus memutar arah sejauh lima kilometer. 

Sebelum rekayasa lalu lintas diberlakukan mereka hanya butuh 500 meter. 

Di sisi lain, Jembatan Barombong sepanjang 350 meter dengan lebar sekitar 6 meter ini dilalui ribuan kendaraan setiap harinya. 

Kemacetan di jalan Trans-Sulsel ini dipicu sempitnya jembatan yang dilalui dua lajur, yakni kendaraan yang masuk maupun keluar dari Kota Makassar.

Kemacetan kerap terjadi pada waktu sibuk, utamanya pagi dan sore hari. Bahkan, warga sudah lama mengeluhkan kondisi ini kepada pemerintah agar segera membenahi jembatan tersebut.

Melalui video yang beredar, salah seorang warga yang bermukim di sekitar Jalan Barombong mengaku keberatan dengan rekayasa lalu lintas tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut merugikan warga sekitar Barombong.

Menurutnya, petugas yang berjaga di sekitar Jalan Barombong untuk mengurai kemacetan kerap tak berada di lokasi. 

“Jadi jelas macet, jangan kita dikorbankan, kita juga pembayar pajak” ujar salah satu warga, Selasa, 9 Agustus 2022.

Sebelumnya, warga perumahan Tanjung Alya Regency terlebih dulu berunjuk rasa dengan menutup jalan dari arah Jembatan Barombong ke Kota Makassar.

Unjuk rasa itu juga melibatkan sejumlah ibu-ibu yang membentangkan spanduk bertuliskan “Kami selaku warga Tanjung Alya Regency dan Bayoa menolak pentupan akses jalan kami”.

Aksi mereka sebagai bentuk penolakan terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan petugas gabungan sejak pekan lalu. 

Ia juga berharap pemerintah bisa memediasi permintaan mereka hingga menemukan kesepakatan bersama yang tidak merugikan banyak pihak.

“Bagaimana solusinya, kita bicarakan dengan baik-baik. Petugas yang ada dengan warga dan RT/RWnya untuk mencari jalan terbaik supaya bisa enak,” ujar seorang warga yang berunjuk rasa.

Diketahui, rekayasa jalan ini berlaku sejak awal Agustus lalu. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai kemacetan saat jam sibuk.

Untuk sementara, rekayasa jalan ini dilakukan pada waktu tertentu. Mulai pagi sekitar pukul 06.00-09.00 dan sore pukul 16.00-18.00 Wita.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Iman Hud belum memberikan respons kepada Terkini terkait kejadian tersebut.