Masuk

Warga Datangi Kantor Disdik Parepare Tolak Vaksinasi Anak

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah warga menggeruduk kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menolak vaksinasi anak dalam waktu dekat. Mereka menilai vaksininasi anak tidak aman.

“Kami menolak pelaksanaan vaksinasi anak. Jika di daerah lain vaksinasi anak sudah dilakukan, kami minta di Kota Parepare (meminta) tidak dilakukan, ” kata salah satu peserta unjuk rasa, Syaifuddin La Intang dalam orasinya, Senin 24 Januari 2022.

Seorang warga lainnya, Lili Widyawati mengaku salah satu anaknya lemas hingga demam usai divaksinasi. Lili mengaku trauma karena efek vaksin yang dialami anaknya.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Siap Tampilkan 100 Lebih Produk Unggulan di Inacraft 2023

“Anak saya 2-3 menit setelah divaksin langsung jatuh dan lemas di Puskesmas Lumpue, saya bawa pulang mengalami demam tinggi, makanya untuk anak saya yang usia 7 tahun, no, saya tidak izinkan, saya trauma, ” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare Arifuddin Idris menjelaskan pihaknya tak memaksakan kebijakan vaksinasi COVID-19.

Namun anak yang tak pernah ikut vaksinasi tentu bakal menghadapi konsekuensi tertentu.

Baca Juga: Di Hadapan Mendagri, Gubernur Andi Sudirman Paparkan Program Penanganan Inflasi di Sulsel

“Jika memang ada orang tua siswa yang tidak mau anaknya divaksin, kita tidak memaksa tapi mereka tetap akan mengikuti pembelajaran secara daring, ” kata Arifuddin saat menemui peserta unjuk rasa dikutip dari laman detikcom.

Aksi unjuk rasa penolakan vaksinasi anak tersebut berlanjut ke kantor Wali Kota Parepare. Pengunjuk rasa diterima oleh Sekda Kota Parepare Iwan Asaad.

Mereka meminta difasilitasi untuk berdialog dengan Jajaran Pemkot Parepare dan Forum Komunikasi Pimpinan dearah.

“Aspirasi sudah kami terima dan akan kami sampaikan ke Forkopimda untuk diminta waktunya (berdialog terkait penolakan vaksin),” kata Iwan secara terpisah.