Warga di Makassar Ramai-ramai Tolak Rapid Test Massal

Warga di Makassar Ramai-ramai Tolak Rapid Test Massal

K
FD
Kamsah
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Berbeda dengan itu, Camat Tamalate, Hasan Sulaiman menyampaikan jika pihaknya telah menempuh segala cara, termasuk tindakan persuasif dengan warganya namun hasilnya nihil.

Sebagian warga, kata dia, memang bersikeras tidak mau melakukan rapid test.

“Kalau memang nyata-nyatanya punya gejala awal seperti itu (Covid-19), tinggal disampaikan ke masyarakat sekitar. Kita edukasi masyarakat sekitar supaya ia tidak melaksanakan aktivitas di luar, Begitupun masyarakat di sekitarnya (zona merah) tidak melakukan interaksi,” kata Hasan.

Sementara, Camat Wajo Ansaruddin mengaku heran dengan penolakan rapid test di daerahnya. Pasalnya, kata dia, memang tak ada rapid test massal di Kecamatan Wajo.

“Kita sudah beri pemahaman bahwa tidak ada rapid test di sana. Tidak ada program rapid test di Wajo,” kata dia.

Baca Juga

Penolakan warga, kata dia, lantaran banyaknya isu yang beredar sehingga terjadi missinformasi.

“Apa yang mau ditolak kalau tidak ada (rapid test),” ungkapnya.

Pengamat pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto menyebut, penolakan warga atau resistensi pada rapid test massal hanyalah dampak dari distorsi informasi tentang penanganan wabah Covid-19.

Pemerintah, kata dia, tidak cukup dipercaya warga dalam penyelenggaraan layanan rapid test.

“Selama ini, pemerintah dan otoritas kesehatan belum bisa memberi penjelasan yang meyakinkan soal posisi rapid test, terutama soal akurasinya yg banyak di ragukan,” ucap Luhur, Minggu, 7 Juni 2020.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.