Warga di Dusun Ini Tidak Pernah Ikut Pilkada dan Pemilu, Alasannya Mengejutkan

Pegawai Kecamatan Pitu Riase bertemu warga di Dusun Batu Bolong, Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase

Terkini.id, Makassar – Ada yang menarik dari kehidupan warga Dusun Batu Bolong, Desa Compong Kecamatan Pitu Riase. Selama bertahun-tahun mereka bermukim di wilayah itu, belum sekalipun mereka menggunakan hak pilih mereka sebagai warga negara dalam perhelatan politik, baik Pilkada maupun Pemilu.

Mereka tidak ikut memberikan hak pilih karena warga setempat tidak terdaftar sebagai daftar pemilih. “Kita tidak punya KTP, makanya tidak pernah ikut nyoblos,” ungkap salah seorang warga yang oleh warga setempat dipanggil Adın, Rabu 3 Januari 2019.

Sebagian warga di dusun ini yang belum memiliki KTP sebenarnya sangat mengidamkan memiliki KTP. Hanya saja mereka tidak tahu cara pengurusannya. “Pernah kita lapor ke pemerintah setempat, Saya disarankan ke Kabupaten Wajo untuk urus surat pindah domisili, karena sebelum menetap di sini saya sebelumnya memang tinggal di wilayah perbatasan Sidrap dan Wajo yakni di Belawae,” ungkap Adın.

Saran inilah yang membuat keinginan Adın untuk mendapatkan KTP pupus. Pasalnya dia tidak memiliki nyali untuk pergi ke Kota Sengkang seorang diri. “Saya tidak malu akui, saya tidak tahu sama sekali jalan ke Kantor Capil Sengkang. Bahkan kesana saja takut kesasar. Makanya kami hanya pasrah saja,” pungkasnya.

Dari informasi warga setempat, bukan cuma di Dusun Batu Bolong itu saja ada warga yang belum punya KTP. Dusun lain di wilayah Desa Compong juga masih banyak yang belum memiliki KTP.

Bahkan ada satu keluarga yang tidak memiliki akta kelahiran. Aparat desa setempat pun tidak mampu berbuat banyak sebab saat dikonsultasikan ke Disdukcapil, kadang banyak persyaratan yang sulit mereka penuhi.

Alasannya sebagian dari mereka ada yang sebelumnya bermukim di luar Desa Compong bahkan ada yang pernah bermukim di wilayah pedalaman.

“Saya sudah gali masalahnya. Ada warga yang awalnya tumpang tindih domisilinya karena bermukim di wilayah perbatasan. Tapi kan sekarang sudah berbasis online. Jadi saya pikir tidak terlalu susah. Cuma memang perlu difasilitasi oleh aparat desa setempat. Insya Allah Kita di Kecamatan siap membantu sesuai kewenangan kita,” pungkas Sekretaris Kecamatan Pitu Riase, Jemmy Harun, yang menerima langsung keluhan warga tersebut.

Jemmy belum tahu persis jumlah warga yang belum pernah memiliki KTP dan akta kelahiran. Jumlah warga yang bermukim di Dusun Batu Bolong berkisar 40 kepala keluarga.

“Sudah tiga rumah kami datangi, tidak ada satupun yang punya KTP,” ujarnya.

Berita Terkait