Luwu Timur – Warga Sorowako menolak penamaan Bandara Sorowako menjadi Bandara Andalan Datuk Patimang di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Kerukunan Wawainia Asli Sorowako (KWAS), Andi Baso Makmur, mengaku tidak setuju penamaan Bandara yang sebelumnya diserahkan oleh PT Vale Indonesia ke Pemerintah Provinsi Sulsel tersebut.
“Kami selaku KWAS melihat, tidak etis Bandara ini menggunakan kata Andalan. Betul bahwa penyerahan aset Bandara ini tidak terlepas dari upaya Pemprov Sulsel. Akan tetapi, penamaan ini menghilangkan kearifan lokal. Terkesan sudah masuk ranah politik, penggunaan kata Andalan ini,” ucap Andi Baso Makmur, Selasa 26 Agustus 2023.
Diketahui, setelah sebelumnya aset Bandara Sorowako diserahkan oleh PT Vale Indonesia ke Pemprov Sulsel, Pemerintah Luwu Timur sempat mengusulkan untuk menggunakan nama yang mengandung unsur kearifan lokal. Seperti Bandara Batara Guru, atau Bandara Matano.
Tapi usul tersebut tidak diterima oleh Pemprov Sulsel, dan lebih memilih nama Bandar Udara Andalan Datuk Patimang.
- Penggantian Nama Bandara Sorowako Disoal, Ternyata Sudah Disetujui DPRD Sulsel
- Perubahan Nama Bandara Sorowako Jadi Bandara Andalan Rupanya Melanggar Aturan Kebandarudaraan
- Gubernur Sulsel Terima Sertifikat Bandara Sorowako, Diharapkan Tingkatkan Perekonomian di Luwu Raya
- Bandara yang Dikuasai Asing Selama 40 Tahun Dijadikan Milik Pemrov Oleh Gubernur Sulsel Dalam 1 Tahun
- 40 Tahun Jadi Milik Asing, 1 Tahun Perjuangan Gubernur Sulsel Alihkan Bandara Sorowako Jadi Milik Pemprov
Nama Andalan sebelumnya menjadi brand yang sering digunakan Pemprov Sulsel untuk berbagai kegiatan termasuk penamaan beberapa infrastruktur yang baru diresmikan.
Sementara nama Datuk Patimang, atau dikenal juga dengan nama Datuk Sulaiman adalah ulama bergelar Khatib Sulung yang merupakan penyebar agama Islam ke Kerajaan Luwu pada 1950-an yang berasal dari Koto, Minangkabau.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman rencananya akan meresmikan Bandara tersebut pada 1 September 2023.
Andi Baso pun menyarankan, agar Gubernur Sulsel bisa lebih bijak dan mengkomunikasikan penamaan Bandara tersebut ke masyarakat Lutim.
“Apalagi, nama Bandara Sorowako kan sudah dikenal secara nasional bahkan di Internasional. Sekarang, nama Sorowako nya dihilangkan. Seharusnya dikomunikasikan dengan tokoh masyarakat,” sarannya.
Untuk diketahui, Bandara Udara Sorowako sebelumnya dibangun PT Vale dan asetnya dipegang oleh perusahaan tambang tersebut, selama kurang lebih 40 tahun. Aset Bandara tersebut kemudian diserahkan ke Pemprov Sulsel pada Mei 2022 lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
