Wasekjen AMPHURI: Banyak Jemaah Gagal Berangkat Umrah karena Batas Usia Maksimal 50 Tahun

Terkini.id, Jakarta – Tahap empat pembukaan umrah yang dimulai sejak 1 November kemarin dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, mendapat respons dari penyelenggara umrah di Sulsel.

Salah satu di antaranya adalah H Nurhayat, CEO Al Jasiyah Travel yang juga Wasekjend DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI. 

Menurut Nurhayat, persentase usia jamaah umrah itu berada di rentang usia di atas 50-60 tahun, sedangkan pemerintah Arab Saudi membatasi 18 sampai dengan 50 tahun.

“Ini membuat banyak jamaah yang belum memenuhi syarat berangkat, padahal secara fisik sehat dan masih sanggup bepergian jauh,” jelas Hayat kepada terkini.id.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurut dia, sehat tidak sepenuhnya soal umur. “Kondisi fisik yang berbeda setiap orang. Ada yang di bawah 50 tahun tapi sudah tidak sanggup bepergian jauh karena adanya penyakit bawaan,” katanya lagi.

Baca Juga: Wagub Sulsel Sambut Pengurus ITMA, Dukung Tour Guide Muslim

Menurut dia, ada yang malah sudah usia pensiun tetapi memiliki kondisi fisik yang sehat. Usulan saya batas 60 tahun bolehlah, tetapi dengan catatan sehat dan tanpa penyakit bawaan,” sebut Hayat.

Hal lain menyangkut regulasi umrah di era pandemi ini adalah dibolehkan tawaf umrah minimal 2 kali yang sekarang cuma dibolehkan sekali saja tiap.jamaah. 

“Dengan biaya umrah yang cukup besar, tentunya jamaah berharap dapat maksimal melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, termasuk tawaf di depan ka’bah,” terang hayat.

Baca Juga: AMPHURI Hormati Keputusan Arab Saudi yang Tangguhkan Sementara Izin Masuk

Hingga akhir desember 2020 nanti Saudia Airlines masih menjadi satu-satunya maskapai yang boleh membawa jamaah umrah ke Arab Saudi, “kita berharap awal tahun 2021 mendatang bandara hasanuddin juga sudah diizinkan memberangkatkan jamaah langsung ke Arab Saudi.

Bagikan