Terkini.id, Jakarta – Dunia masih sementara berperang melawan pandemi virus corono, menyusul pemberitaan adanya virus flu babi jenis baru yang mulai beredar di populasi babi-babi di China.
Ancaman flu babi baru jenis genotype 4 (G4) disinyalir berpotensi menjadi pandemi.
Virus flu babi G4 ini belum ditemukan pada orang yang sakit, tapi telah ditemukan pada populasi yang telah dilakukan penelitian pemeriksaan darah terhadap kemungkinan adanya virus ini.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran terkait adanya virus flu babi G4 untuk kewaspadaan nasional atas virus ini, pertanggal 9 Juli 2020.
Menurut keterangan dari dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, mengungkapkan ada sejumlah alasan virus Flu babi G4 ini berpotensi menjadi pandemi.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
Selain telah beredar di populasi babi-babi di China yang telah disurvey, virus tersebut juga bisa melekat pada reseptor yang ada di saluran pernafasan manusia.
Hal ini diungkapkannya pada media briefing secara virtual, Kamis, 9 Juli 2020 seperti dilansir dari Kemenkes RI.
Menurutnya, dengan melekat di reseptor virus ini dapat masuk ke sel-sel manusia dan bisa juga melekat di jaringan trakea terutama di sel-sel yang melapisi trakea.
Dari melekat di tabung penghubung saluran pernafasan bagian atas dan bagian bawah kemudian dapat menuju ke paru-paru manusia.
Sealin itu virus ini bisa menginfeksi sel epitel saluran napas manusia, setelah itu berkembang biak menyebar saluran tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
