Hasil percobaan yang dilakukan pada hewan Ferret sejenis musang yang terinfeksi , ditemukan bukti tetesan air liur droplet dari hewan tersebut bisa menularkan virus G4 lewat kontak langsung.
Untuk saat ini belum ditemukan vaksin G4, sebelumnya telah ditemukan vaksin flu H1N1, namun vaksin ini tidak bisa memproteksi virus G4 karena ada perbedaan strain virus yang ada dalam vaksin flu.
Vaksin flu H1N1 yang telah ditemukan sebelumnya akan memudahkan para peneliti untuk menemukan vaksin flu babi jenis baru ini dibandingkan menemukan vaksin corona yang merupakan penyakit baru.
Meskipun belum ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia, tetapi akan menjadi sangat berisiko terinfeksi virus G4 bagi mereka yang bekerja langsung di peternakan babi yang melakukan aktivitas Bersama para babi-babi.
Melalui Kemenkes, dr. Siti Nadia menghimbau masyarakat Indonesia terutama bagi peternak babi untuk terus meningkatkan kewaspadaan diri dengan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan.
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
”Cara pencegahannya dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan babi yang sakit dan menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja dengan babi. Selalu menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan yang berhubungan dengan babi seperti kandang babi, pasar babi dan tempat pemotongan babi. Selalu lakukan desinfeksi, cuci tangan dan menjaga kebersihan perorangan, serta melakukan vaksinasi hewan,” kata dr. Siti Nadia.
Dalam hal ini Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Galur Baru Virus Flu Babi (GA EA H1N1) dengan membuat Surat Edaran Dirjen P2P kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
