Terkini.id, Jakarta – Dunia masih sementara berperang melawan pandemi virus corono, menyusul pemberitaan adanya virus flu babi jenis baru yang mulai beredar di populasi babi-babi di China.
Ancaman flu babi baru jenis genotype 4 (G4) disinyalir berpotensi menjadi pandemi.
Virus flu babi G4 ini belum ditemukan pada orang yang sakit, tapi telah ditemukan pada populasi yang telah dilakukan penelitian pemeriksaan darah terhadap kemungkinan adanya virus ini.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran terkait adanya virus flu babi G4 untuk kewaspadaan nasional atas virus ini, pertanggal 9 Juli 2020.
Menurut keterangan dari dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, mengungkapkan ada sejumlah alasan virus Flu babi G4 ini berpotensi menjadi pandemi.
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
Selain telah beredar di populasi babi-babi di China yang telah disurvey, virus tersebut juga bisa melekat pada reseptor yang ada di saluran pernafasan manusia.
Hal ini diungkapkannya pada media briefing secara virtual, Kamis, 9 Juli 2020 seperti dilansir dari Kemenkes RI.
Menurutnya, dengan melekat di reseptor virus ini dapat masuk ke sel-sel manusia dan bisa juga melekat di jaringan trakea terutama di sel-sel yang melapisi trakea.
Dari melekat di tabung penghubung saluran pernafasan bagian atas dan bagian bawah kemudian dapat menuju ke paru-paru manusia.
Sealin itu virus ini bisa menginfeksi sel epitel saluran napas manusia, setelah itu berkembang biak menyebar saluran tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
