Waspada, Ini Ancaman Celah Keamanan yang Mengintai Anggota Grup WhatsApp

Grup WhatsApp
Grup WhatsApp. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Periset di biro sekuriti Check Point kembali menemukan celah keamanan besar di platform perpesanan WhatsApp.

Dilansir dari laman Independent, Rabu, 18 Desember 2019, celah keamanan tersebut dapat menimbulkan kekacauan di grup-grup WhatsApp dan merusak aplikasi itu di semua ponsel penghuni grup.

Periset di biro sekuriti Check Point menyebut langkah para ‘penyerang’ masuk ke grup-grup WhatsApp.

Pertama-tama, mereka masuk ke grup WhatsApp yang diincar. Setelah itu, mereka mengirim pesan yang sudah dimodifikasi ke grup yang mereka masuki.

Pesan itulah yang akan membuat pengguna tak dapat menggunakan lagi fungsi-fungsi WhatsApp.

Menarik untuk Anda:

Untuk memulihkan kondisi WhatsApp, pengguna harus menginstal ulang aplikasi ini, kemudian menghapus grup yang sudah terkontaminasi.

“Karena WhatsApp merupakan saluran komunikasi terdepan buat konsumer, pebisnis dan pemerintah, kemampuan untuk menghentikan orang menggunakan WhatsApp dan menghapus informasi berharga dari grup adalah senjata besar bagi pelaku,” kata Head of Product Vulnerability Check Point, Ided Vanunu.

“Seluruh user WhatsApp harus update ke versi terbaru dari aplikasi itu untuk melindungi diri mereka terhadap kemungkinan serangan ini,” sambungnya.

Pihak platform WhatsApp sendiri telah mengakui adanya celah keamanan tersebut.

“WhatsApp menghargai pekerjaan komunitas teknologi untuk membantu menjaga keamanan user kami secara global,” ujar Software Engineer WhatsApp, Ehran Kret.

Ehren juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah itu dan mengamankan akun penggunanya.

“Kami dengan cepat menyelesaikan isu ini. Kami juga belum lama ini menambahkan kontrol baru untuk mencegah orang ditambahkan pada grup yang tak diinginkan untuk menghindari komunikasi dengan pihak tidak terpercaya,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Facebook Dinilai Biarkan Ujaran Kebencian, Adidas hingga Unilever Setop Pasang Iklan

Cerita Dosen ITB Bikin Ventilator Indonesia: Habiskan Waktu 6 Minggu, Tidur Cuma 4 Jam

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar