Waspada Kemungkinan Terciptanya Varian Covid Made in Indonesia!

Terkini.id, Jakarta – Waspada kemungkinan terciptanya varian covid made in Indonesia! Minggu terakhir ini kasus penularan Covid di Tanah Air terus mencetak rekor kenaikan jumlah harian. Tercatat, 47.899 kasus infeksi baru pada Selasa 13 Juli 2021 dan 54.517 pada Rabu 14 Juli 2021.

Berasarkan data per 13 Juli 2021 kemarin, tingkat kematian harian akibat virus corona di Indonesia mencatatkan rekor tertinggi di dunia dengan 1.007 kasus, melebihi Rusia dengan 749 kasus, India 720 kasus, dan Brasil 597 kasus.

Sejauh ini, empat varian virus corona dunia yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan atau variant of concern telah terdeteksi di Indonesia. Kini varian Delta telah mendominasi kasus positif Covid-19. Varian Delta sendiri pertama terdeteksi dari sampel yang diambil pada Januari 2021 lalu di Jakarta dan Palembang. Sifatnya yang mudah menular membuatnya cepat menyebar ke 16 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Sulsel Mulai Melandai dan Dibawah Standar WHO,...

Penyebaran varian Delta ini membuat sistem kesehatan di Indonesia kewalahan. Para pakar kesehatan mengimbau agar masyarakat perlu terus waspada lantaran varian Delta mungkin dapat terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Pakar penyakit menular atau epidemiolog dan dosen di Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan virus akan mengalami kecacatan atau mutasi kecil setiap kali berpindah inang.Hasilnya, virus tersebut bisa melemah atau justru menguat.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel Dapat Bantuan 20 Unit Oksigen Konsentrator

Dicky mengungkapkan, peluang virus untuk berubah menjadi ganas akan meningkat jika terus menyebar.

“Ketika penyebaran Covid-19 semakin tidak terkendali maka potensi mutasi akhirnya akan melahirkan varian baru yang merugikan masyarakat. Pada negara-negara yang menghasilkan varian mutasi baru ini, umumnya positivity rate-nya jauh di atas 10 persen. Artinya, sangat tidak terkendali,” tegas Dicky seperti dikutip dari DW Indonesia, Rabu 14 Juli 2021.

“Menurut saya, di Indonesia sudah ada varian asli Indonesia yang tidak ditemukan di dunia. Kita perlu surveillance genome (pemantauan genom virus) yang memadai,” imbunya.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel Dapat Bantuan 20 Unit Oksigen Konsentrator

Pernyataan Dicky juga diperkuat peneliti genomik molekuler, Riza Arief Putranto yang menyebut sudah ada empat varian lokal yang ditemukan berasal dari Indonesia.

Dua di antaranya dengan kode varian B14662 dan B1470 terus menyebar ke 15 negara kendati dengan prevalensi kecil.

Seperti dilansir dari detikhealth, Rabu 14 Juli 2021, Riza memperkirakan varian ini menyebar sejak April 2020 dan menyebutnya sebagai varian lokal karena karakteristik mutasinya tidak ditemukan di negara lain.

Bagikan