Ya Ampun, Ngerinya! Profesor Oxford Inggris Sebut Covid Omicron Tetap Menyebar Meski Pakai Masker

Terkini.id, Internasional – Tampaknya Covid-19 varian Omicron memanglah sangat berbahaya dan pantas untuk ditakutkan.

Pasalnya, Profesor Oxford Inggri mengatakan bahwa varian Omicron tetap bisa menyebar meski kita patuh prokes dengan memakai masker.

Adapun pernyataan itu muncul pada saat Pemerintah telah memperkenalkan kembali penutup wajah di angkutan umum dan di toko-toko.

Baca Juga: Fadli Zon Usul Karantina Dihapus, Netizen: Anda Aja yang Dihapus...

Sejauh ini, sebelas kasus varian telah dilaporkan di Inggris lalu enam di antaranya dilaporkan dari Skotlandia.

Dilansir terkini.id dari Express via Pikiranrakyat pada Selasa, 30 November 2021, pembeli dan pelancong di Inggris akan didenda £200 (Sekira Rp3,8 juta) karena menolak memakai masker, dengan hukuman dua kali lipat untuk setiap pelanggaran menjadi maksimum £6,400.

Baca Juga: Omicron Masuk Indonesia, Plt Gubernur Sulsel: Ayo Segera Vaksin

Jim Naismith, direktur Rosalind Franklin Institute dan profesor biologi struktural di Universitas Oxford, mengatakan mandat masker tidak banyak membantu mencegah penyebaran varian delta di Skotlandia dan tidak mungkin menghentikan omicron.

“Hasil survei Kantor Statistik Nasional tentang prevalensi menunjukkan bahwa pendekatan Skotlandia dan Inggris untuk menutupi, meskipun secara formal berbeda sejak Juli, tidak membuat perbedaan yang berarti untuk delta,” ujar Prof Naismith.

“Di kedua negara, tingkat prevalensi yang sangat tinggi terus berlanjut selama berbulan-bulan,” sambungnya.

Baca Juga: Omicron Masuk Indonesia, Plt Gubernur Sulsel: Ayo Segera Vaksin

“Dengan demikian, perubahan baru yang diumumkan tidak akan berdampak banyak jika Omicron benar-benar menyebar dengan cepat.”

Para ahli masih membahas tentang seberapa besar dampak masker dalam mencegah penyebaran Covid.

Beberapa percaya penutup wajah itu hanya berguna ketika jarak sosial tidak dapat dipertahankan, sementara yang lain berpikir bahwa mereka mencegah pengambilan partikel virus di udara bahkan ketika orang tidak dekat.

Bagikan