Terkini.id, Jakarta – Yahya Waloni mengaku bahwa dirinya tidak suka dipanggil Ustaz ataupun ulama. Ia mengklaim bahwa hal tersebut telah ia sampaikan berkali-kali dalam video-video ceramahnya.
Yahya mengatakan hal tersebut sebab ia menganggap dirinya sebagai seorang ‘kafir’ yang kemudian mendapat petunjuk dari Tuhan.
“Sebenarnya kalau menyebut saya ustaz itu saya tidak suka. Karena saya bukan ustaz. Saya cumalah seorang sosok kafirun, orang kafir yang tadinya Allah berikan petunjuk,” katanya, dikutip dari sebuah video yang ditayangkan di Youtube ‘Termometer Islam’ pada 26 Februari 2021.
“Saya, banyak sekali video-video saya, saya selalu mengatakan ‘saya bukan ustaz, saya bukan ulama,” imbuhnya.
Yahya melanjutkan bahwa ia lebih suka dipanggil Al-Muhtadin yakni orang-orang yang diberi petunjuk.
- Yahya Waloni dan Doanya yang Tembus ke Langit
- Dasad Latif: Ustaz Yahya Waloni Satu dari Sedikit Orang yang Berdakwah Jalur Nahi Munkar
- Muhammad Kece Resmi Divonis 10 Tahun Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Yahya Waloni: Hukum di Negeri Ini Sudah Tidak Ada Artinya Lagi!
- Lagi! Megawati Sindir Pemuda Indonesia, Ustadz Yahya Waloni: Waspada! Nenek-nenek itu Biangkerok Perpecahan di Indonesia
- Berani! Pria Ini Tegas Mengatakan Jika UAS dan Yahya Waloni Bangsat
Panggilan tersebut, menurutnya lebih cocok untuk orang-orang yang baru masuk Islam
“Saya lebih mulia, ustaz kalau saya dipanggil Al-Muhtadin,” katanya
“Orang yang dari kafirun mendapat hidayah masuk Islam, jangan dipanggil ustaz, pak, dipanggil mereka Al-Muhtadin, orang yang mendapat petunjuk,” jelasnya lagi.
Yahya mengatakan bahwa meskipun dirinya telah bisa membaca Alquran, namun caranya membaca masih belum baik.
“Lihatlah saya tadi, Pak Kemenag katakan sudah membaca ayat-ayat suci alquran. Betul, Pak. Tapi makhrufnya kocar-kacir, Pak,” ungkapnya.
Kemudian, Yahya menegaskan lagi bahwa ia sadar dirinya tidak layak disebut ustaz.
Ia mengklaim hal yag lebih penting bagi dirinya adalah merasakan keimanan Islam, bukan kenikmatan di dunia seperti yang ia rasakan dulu,
“Tidak layak, tidak cocok saya disebut ustaz, saya sadar diri itu. Apalagi saya orang Sulawesi, perasaannya tinggi sekali, Pak. Kami nggak penting dengan harta dunia ini. Kami nggak penting dengan segala kenikmatan kemewahan dunia ini karena sudah rasa, pak di sana dulu. Jadi saya mau merasakan bagaimana manisnya iman Islam itu,” ujarnya.
Hal tersebut Yahya sampaikan sebab ia melihat bahwa ada orang yang protes bahwa ia cepat mengaku sebagai ustaz.
“Saya selalu mengatakan siapa yang.. sampai ada di google, ada yang meng-komplain jangan cepat-cepat katanya saya mengaku ustaz. Nggak ada. Wallahi. Ini berdosa ini kalau begini,” teganya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
