Terkini.id, Jakarta – Akhir-akhir ini publik ramai memperbincangkan perihal Yahya Waloni. Sosok tersebut adalah seorang mantan pendeta yang mualaf lalu kemudian “membanting stir” menjadi seorang pendakwah.
Sayangnya, kehadirannya sebagai seorang penceramah justru banyak menuai pro dan kontra dan yang banyak terlihat mengapung di permukaan adalah “kontra”.
Yahya Waloni dikenal sebagai sosok yang tak segan-segan berkata super frontal, blak-blakan, hingga bahkan cenderung kasar ketika melaksanakan dakwahnya.
Lantas, muncullah pertanyaan di benak kita. Bagaimanakah harusnya dakwah yang baik dalam agama Islam?
Dahulu dikisahkan bahwa Nabi Musa AS dan Nabi Harun ditugaskan berdakwah untuk Firaun. Dan sebagaimana yang diketahui, Firaun merupakan sosok yang sangat kejam pada masanya.
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Namun, ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Nabi Harun untuk mendakwahinya, kedua Nabi tersebut justru disuruh untuk berlemah-lembut dalam menyampaikannya.
Sebagaimana yang dilansir dari republika, berikut Firman Allah SWT terkait seruan itu:
“Pergilah kamu berdua kepada Firaun. Seungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut.” (QS Thaha [20]: 43-44).
Lemah lembut. Begitulah etika berdakwah bagi para dai dan mubaligh yang seharusnya.
Hal yang sangat perlu diingat, yaitu sekafir atau sezalim-zalimnya seseorang, dakwahilah mereka dengan kelembutan dan tetap mengedepankan unsur kasih sayang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
