Masuk

15 Pakar Sejarah dan Budaya dari Luar Negeri akan Jadi Pembicara di Seminar International di Soppeng 2023

Komentar

Terkini.id, Soppeng – Rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Sulselbar pada tanggal 16 September 2022 di Watansoppeng untuk merapikan persiapan pelaksanaan Festival Gau Maraja La Patau Matanna Tikka yang akan berlangsung tahun depan. 

Dr. Muhammad Sapri Andi Pamulu selaku Ketua Umum PERWIRA menyampaikan kesiapan Tim Perwira sudah dilakukan sejak awal tahun 2022 termasuk mendesain konsep kegiatan dan substansinya. 

Bahkan, kata Sapri Pamulu, PERWIRA sudah melakukan pra kondisi dengan melakukan  diskusi sejarah pada  bulan Agustus lalu dengan menghadirkan langsung pakar sejarah Sulawesi Selatan dari Australian National University (ANU) yaitu Prof. Emeritus Campbell Macknight. Pada diskusi itu hadir pula your Dr. Kathryn Wellen (KITLV Leiden), Prof. Makoto Ito dari Jepang.  

Baca Juga: Vaksinasi PMK disoppeng belum mencapai target yang di tentukan provinsi

Secara khusus Terkait dengan persiapan Seminar International pada rapat koordinasi kemarin, Sapri menyampaikan kepada Bupati Soppeng mengenai kesiapan 15 pakar dari luar negeri yang akan turut serta menjadi pembicara pada tahun 2023 nantinya. 

Adapun nama-nama pakar yang sudah dipastikan akan hadir seperti: Leonard Andaya (Amerika) , Campbell Macknight (Australia), Sharin Grahm Davis (New Zealand), Ian Cadwell (Philipina), Kathryn Wellen (Belanda), Makoto Ito (Jepang), Annabell T. Gallop (Inggris), Stephen C. Druce ( Brunai), Lance Nolde (Amerika), Abdullah A.Zakariah (Malaysia), Martin van Bruinessen (Belanda).

Di samping itu, Seminar International tersebut juga akan menghadirkan pembicara dalam negeri yang memiliki  kepakaran dalam bidang ilmu sejarah, antropologi, linguistik, sosiologi, filologi, dan budaya Sulawesi Selatan. Pakar-pakar tersebut berada dari berbagai instansi dan perguruan tinggi, termasuk dari lingkungan  BRIN Indonesia. 

Baca Juga: DPKHP Soppeng berikan bantuan Hewan ternak ke warga limpomajang

Ada beberapa isu pokok yang akan dikupas dalam Seminar yang akan dilakukan tersebut, yakni sejarah dan historiografi Kerajaan-kerajaan  Bugis dan Makassar, Tokoh-tokoh sejarah dan budaya Sulawesi Selatan seperti Arung Palakka, La Patau Matanna Tikka, La Temmassonge, isu Bugis diaspora, tatanan dan kebudayaan Bugis, Tata Normatif Pangadereng, dan sebagainya. 

“Terkait dengan manajemen seminar tersebut telah dirancang sedemikian rupa oleh Tim PERWIRA lebih awal dan dilaporkan pula kepada Bupati Soppeng pada kesempatan tersebut.

Terkait dengan output seminar international di Soppeng tersebut, Dr. Muhlis Hadrawi yang tergabung dalam tim Perwira menyampaikan akan lahir sebuah buku yang menghimpun artikel-artikel dari pada pembicara. 

“Buku itu akan diolah sedemikian rupa sehingga larasnya akan menjadi bacaan bermutu kepada khalayak. Buku itu akan menjadi penanda kepada siapa saja mengenai kegiatan monumental Soppeng berupa festival namun  memiliki bagian intelektualitas yang berkaliber dunia,” kata Dr. Andi Muhammad Akhmar yang juga ketua Panitia Seminar Internasional ini.