18 Siswa SMPN 1 Sungguminasa Diduga Konsumsi Narkoba, Begini Penjelasan Disdik Gowa

Narkoba
Ilustrasi NAPZA

Terkini.id, Gowa – Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Gowa, Abd Salam angkat bicara ihwal kasus 18 siswa SMPN 1 Sungguminasa yang dikeluarkan dari sekolah lantaran diduga menggunakan narkoba.

Ia mengatakan, saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi terhadap 18 siswa yang diduga mengkonsumsi narkoba.

“Kami sementara menunggu sekarang. Kami juga baru dapat laporannya. Juga masih menunggu alasan kepala sekolah mengeluarkan 18 siswa itu,” kata dia kepada terkini.id, Selasa, 5 November 2019 sore.

Dia menuturkan bahwa dirinya pun sudah meminta alasan dari pihak kepala sekolah lantaran tidak ada koordinasi sebelumnya. Salam menyebut peristiwa tersebut sudah beberapa bulan lalu.

Hanya saja, waktu itu sedang berproses ihwal pengambilan keputusan mengeluarkan siswa itu dengan dasar terbukti sebagai pengguna dan pengedar.

“Jadi saya sempat tanya apakah itu sudah merupakan hasil temuan dari tim narkoba Polres Gowa?” tanya dia. Ternyata, belum ada hasil temuan dari Polres Tim Narkoba. Jadi kita masih menunggu laporan dari Kepolisian. Apakah polisi akan memeriksa ke-18 anak itu dan mungkin juga memeriksa kepala sekolah,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa anak ini mesti diselamatkan. Dia pun bercerita, saat ini, Dinas Pendidikan sedang memeriksa kepala sekolah.

Salam mengandaikan bahwa bila benar anak itu terbukti menggunakan narkoba berarti anak tersebut adalah korban dan tak bisa dieksekusi dengan langsung dikeluarkan.

“Saya selaku Kepala Dinas berupaya bagaimana menyelamatkan anak ini. Kalau pun terbukti justru anak ini harus diselamatkan,” cetusnya.

Terkait dengan tindakan kepala sekolah yang mengeluarkan siswa tanpa ada koordinasi dari pihak Dinas Pendidikan, apakah ada sanksi? Dia mengatakan masih dalam proses pemeriksaan yang langsung ditangani Inspektorat.

“Dia yang akan turun memeriksa dan melakukan penyelidikan terhadap tindakan kepala sekolah mengeluarkan 18 anak ini tanpa belum ada hasil pasti dari Polres Gowa dalam hal ini tim narkoba,” ujar dia.

Salam mengaku bahwa Informasi dari kepala sekolah hanya memanggil 1 polisi dan mewawancarai anak tersebut. Lantas, kata dia, 18 anak itu mengaku menggunakan narkoba. Namun, salam menyebut, itu bukan hasil forensik. Harusnya periksa urine.

“Kalau pun anak itu terbukti menggunakan maka subtansinya anak ini harus diselamatkan,” terang Salam.

“Itulah sikap saya dan sudah saya sampaikan ke kepala sekolah bahwa Anda harus bisa bertanggungjawab atas keputusan yang Anda ambil dan sama sekali tidak ada koordinasi,” sambungnya.

Ia mengatakan andai bukan dari anggota DPRD dan orang tua siswa yang datang ke kantor dirinya tidak tahu persoalan tersebut. Temuan awal bahwa ada anak dari 18 yang dikeluarkan sudah ada yang kelas 3. Ia menilai hal itu harusnya jadi pertimbangan, terlebih sudah mau ujian.

Menyoal antisipasi ke depan ihwal peredaran narkoba di lingkungan sekolah, Salam memaparkan, seharusnya pihak sekolah memperketat pengawasan terkait dengan peredaran narkoba.

“Kami juga sudah melakukan sosialiasi dengan bekerjasama dengan Polres melakukan semacam pencerahan kepada anak-anak sekolah, terutama anak SMP tentang bahaya narkoba secara rutin,”

Terkait pemahaman bahaya narkoba, Dia mangatakan sedang merencanakan akan menjadikan salah satu ekstra kurikuler yang akan diberikan secara sistematis kepada siswa.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Jeneponto

Jeneponto Smart Branding Juara I GAFI 2019

Terkini.id,Jeneponto - Kabupaten Jeneponto berhasil meraih juara 1 kategori karya inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dengan judul Jeneponto