Terkini.id – Sedikitnya 1 juta warga Israel dilaporkan sudah mendapatkan vaksin COVID-19 per akhir tahun 2020 yang awalnya dimulai dengan penyuntikan dosis vaksin pertama terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam dua minggu penyuntikan vaksin yang masif dilakukan oleh Israel membuat negeri ini menjadi negara yang paling banyak memvaksin COVID-19 warganya pada tahun 2020.
Namun di antara lebih 1 juta orang yang disuntikkan vaksin diketahui ada 240 orang yang dinyatakan positif COVID-19 usai menerima vaksinasi sebagaimana dikutip dari Sputniknews.
Diketahui bahwa vaksin besutan Pfizer yang digunakan memang dua kali dosis alias dua kali penyuntikan.
Hal itu diperlukan karena pada penyuntikan awal dimaksudkan untuk membangun antibodi dan suntikan kedua diberikan dua pekan setelah suntikan pertama. Oleh karena itu dalam rentang waktu tersebut memang masih memungkinkan si pasien terinfeksi virus Corona.
- Pererat Persaudaraan, Hikma Enrekang Gelar Halalbihalal di Rujab Bupati Sidrap
- Andi Syahrum Dikabarkan Ditunjuk Jadi Plt Dirut PDAM dan Andi Taufik Sebagai Dirum
- Kanwil Kemenkum Sulsel Beri Catatan Strategis dalam Pembahasan RUU HPI di Makassar
- Pembekalan Pengawas UTBK-SNBT 2026, Plt Rektor Univ Tekankan Integritas
- Honda Premium Matic Day 2026 Maros Sukses, Ribuan Pengunjung Padati Event
Setelah adanya ratusan orang yang positif COVID-19 usai divaksin, muncuk spekulasi dan anggapan bahwa bisa terjadi ada pasien yang sudah kebal setelah divaksin namun tetap masih bisa menginfeksi orang lain.
Namun menurut data pemerintah setempat, mayoritas penerima vaksin COVID-19 itu tidak mengalami efek samping. Diakui bahwa ada orang yang setelah divaksin mengalami gejala pusing, lemas dan bahkan sempat diare.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
