Terkini.id, Jeneponto – Tiga Kepala Kecamatan pasang badan menghadang sejumlah Mahasiswa, aktivis dan pemuda yang menggelar aksi unjuk rasa mendesak Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengusulkan pencopotan Kepala Dinas, Kabid pelayanan, dan salah satu honorer Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto ke Kementrian Dalam Negeri.
Sejumlah mahasiswa, aktivis dan pemuda yang tergabung dalam koalisi pemuda Kabupaten Jeneponto menggelar aksi unjuk rasa itu digelar didepan Kantor Bupati Jeneponto, jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu, 1 Mei 2021.
Dari pantauan terkini.id, sebelum para pengunjuk rasa sampai di pintu pagar kantor Bupati, tiba-tiba terlihat Kepala Wilayah Kecamatan Tamalatea turun dari mobil dinasnya sambil berteriak memanggil Camat lain dan Anggota Satpol.
Camat Tamalatea Haeruddin Limpo bersama Camat Binamu dan Camat Rumbia menghadang para pengunjuk rasa sambil bertariak,”jangan kacaukan peringatan hari jadi daerah kami,” kata Haeruddin Limpo sambil menepuk dadanya. dan adu mulut pun antara Haeruddin Limpo dengan jendral lapangan Dedi Arsandi terjadi bahkan nyaris adu jotos
Sementara salah seorang aktivis yang tergabung dalam koalisi pemuda itu, Alim Bahri menegaskan dalam orasinya agar seorang pejabat daerah Jeneponto untuk tidak menjadi pahlawan disaat para pemuda memperjuangkan kemerdekaan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jenepoonto.
“Kami ini bukan berunjuk rasa terkait dana Kelurahan yang diduga di potong, kami berunjuk rasa untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, pelayanan yang baik, khususnya pelayanan di Disdukcapil Jeneponto, yang kami duga saraf dengan diskriminatif dan dugaan pungli, jadi jangan karena menginginkan jabatan sehingga sok menjadi pahlawan, anda pasang badan karena digaji negara, kami berjuang untuk mewujudkan pelayanan pemerintahan yang tanpa digaji oleh negara,” tegas Alim Bahri.
Dalam aksi unjuk rasa itu, pengunjuk rasa mendesak Bupati Jeneponto Iksan Iskandar untuk melakukan penyuratan permohonan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk mencopot kepala dinas capil Ibu Kabid pelayanan kasi pelayanan dan salah satu honorer dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Jeneponto karena dianggap melanggar etika tata kelola pemerintahan.
Selain itu, pengunjuk rasa juga meminta kepada Bupati Jeneponto untuk melakukan evaluasi kepada dinas kependudukan dan pencatatan sipil Jeneponto karena dianggap sistem pelayanan prima di disdukcapil Kabupaten Jeneponto.
“Kami mengutuk keras tudingan pencemaran nama baik instansi dan mengamuk di area camp di Jeneponto yang dituduhkan oleh kasi pelayanan dinas kependudukan dan pencatatan sipil Jeneponto,” tegas Jendral lapangan aksi Dedi Arsandi.
Para pengunjuk rasa melanjutkan unjuk rasa di depan kantor Polres Jeneponto, setelah diterima oleh Kepala Bagian Protpim Setda Kabupaten Jeneponto, Mustaufiq yang berjanji akan memfasilitasi perwakilan pengunjuk rasa untuk bertemu pimpinan daerah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
