Terkini.id, Makassar – Pemerintah Indonesia memastikan tiga orang warga negara Indonesia (WNI) tidak bisa dievakuasi dari Provinsi Hubei, karena tak lolos skrining kesehatan oleh otoritas China.
Sementara, empat orang lagi menolak dievakuasi dan memilih bertahan di Provinsi Hubei, China.
Adapun 238 orang WNI sudah dievakuasi ke tempat penampungan di pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, untuk dilakukan observasi selama dua pekan.
Mereka tiba sekitar pukul 12.00 WIB dalam “kondisi sehat”, ujar pejabat terkait.
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyebut tiga warga negara Indonesia yang gagal dievakuasi dari Kota Wuhan, tidak lulus uji kesehatan dari pemerintah China.
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Terawan Sebut Pengguna Vaksin Nusantara Tidak Perlu Booster, Netizen: Lawannya Politik Susah Pak
- Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli
- Jelang G20, Airlangga Singgung Kesiapan Pendanaan Global Agar Pandemi Tak Terulang
- Meski Covid-19 Terkendali, Airlangga Ungkap PPKM Tetap Diperpanjang Usai Lebaran
“Kalau (tiga orang WNI) yang sakit, itu regulasi dunia, mereka tidak diizinkan terbang walaupun sakitnya tidak berhubungan dengan ini (virus corona),” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dalam jumpa pers di Natuna, sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu 2 Januari 2020 seperti dikutip dari bbc.
“Di situlah kita lihat, bahwa pemerintah China sangat bertanggungjawab, mengecek dengan detill siapa yang boleh berangkat dan siapa yang tak boleh berangkat,” kata Terawan di hadapan wartawan.
Virus corona: 250 WNI dievakuasi dari Hubei, pangkalan militer di Natuna jadi ‘tempat isolasi’Virus corona berpotensi melenyapkan triliunan rupiah devisa: ‘Seluruh Bali pasti akan kena dampak’Virus corona: Mengapa kita tertular penyakit dari hewan?
Dalam keterangan sebelumnya, Menkes menjelaskan bahwa mereka yang dinyatakan sakit tersebut, harus melapor ke pemerintah China dan menjadi tanggung jawab otoritas setempat.
Pemerintah Indonesia, menurut Terawan, tak bisa berbuat banyak, selain memberi arahan.
“Saya bisanya membantu mereka kalau mau konsul ke kita. Kita rasional saja dan itu menunjukkan pemerintah China komitmen tidak akan memberangkatkan orang yang tidak layak atau sakit masuk ke sebuah negara.”
Mengapa empat orang WNI menolak dievakuasi?
Tentang empat orang WNI yang dilaporkan menolak untuk dievakuasi, Menkes mengatakan: “Itu hak asasi yang menolak (dievakuasi).”
Dalam keterangan sebelumnya, Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa keempat WNI yang menolak dievakuasi karena mengaku “lebih nyaman tinggal di sana (provinsi Hubei).”
Apa yang dilakukan terhadap 238 WNI di Pulau Natuna?
Sebanyak 238 WNI dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, dan telah ditempatkan di Pulau Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjalani observasi kesehatan selama 14 hari.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, dalam waktu 14 hari, mereka akan menjalani beberapa kegiatan agar kesehatannya terjaga.
“Dalam dua minggu, akan kita pantau dan kita amati,” kata Terawan kepada wartawan di Pulau Natuna, Minggu (02/01) siang.
Dari pemeriksaan awal, menurutnya, suhu mereka masuk kategori normal.
“Suhunya tidak ada yang naik, tidak ada yang batuk, tidak ada yang pilek, dan tidak ada yang sesak napas,” ungkapnya.
Langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih detil. “Karena ini kan menyangkut (wabah) corona.”
“Rangkaian cek ricek yang dilakukan sampai detail karena itu sangat penting dalam prinsip kehati-hatian kita sesuai prosedur WHO yang dilakukan,” kata dia.
“Mudah-mudahan mereka bisa melewati masa observasi selama dua minggu…” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
