Kisah Nyata 18 Hari Sebagai Wisatawan Covid-19

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Andi Tenriola Rivai

Bermula dari swab yang saya lakukan pada hari senin tanggal 1 juni 2020, kisah “wisata” saya pun dimulai.

Kehidupan saya seketika berubah pada saat hasil swab saya keluar di tanggal 3 juni 2020. Hasil tersebut menyatakan saya positif Covid-19.

Secara manusiawi, saya agak down saat mendengar berita ini, tapi sebagai orang yang beragama, saya berkata dalam hati, ini adalah kehendak ilahi rabbi.

Harus saya terima dengan ikhlas, tabah dan sabar. Hal ini pun saya jadikan sebagai obat dan sugesti untuk diri saya agar dengan ikhlas menerimanya dan menjalani treatment dengan baik.

Saya pun menjalani karantina di salah satu hotel bintang 4 yang ada di Kota Makassar pada hari Jumat 5 Juni 2020.

Menarik untuk Anda:

Sesampai di hotel, kami disterilkan dengan disinfektan. Takut juga saya karena di hotel ada tentara, polisi, orang berpakaian APD lengkap.

Pada saat kami diterima di lobby hotel, kami diberikan tata tertib selama menjalani wisata ini, disampaikan bahwa ada pendamping yang akan membantu kita.

Dengan perasaan yang agak ragu dan was – was, bagaimana bentuk kamar di hotel, apakah sudah berubah konsep? tidak lagi seperti kamar hotel yang seperti yang kita tahu selama ini?

Apakah dikamar hotel akan tersedia alat infus, alat bantu nafas? saya memasuki ruangan kamar saya sambil mengucapkan Assalamu Alaikum wr.wb.

Ternyata, kamar tersebut seperti biasa, masyaa allah, dan pada saat itu juga saya yakin akan sembuh karena betul slogan bahwa kita ini lagi wisata Covid-19.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Putus Rantai Penyebaran Virus Covid-19, Tim Mrdis Satgas TMMD Edukasi Masyarakat

Anggota TNI Dibantu Warga Evakuasi Mobil Truk Pengangkut Material yang Terperosok

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar