4 Saksi Penting Kasus Djoko Tjandra Diserahkan ke Polisi, Salah Satunya Aparat

Terkini.id, Jakarta – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bakal menyerahkan empat nama saksi penting terkait pelarian terpidana hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra selama di Indonesia kepada Bareskrim Polri.

Penyerahan nama saksi penting itu dilakukan MAKI pada Senin 10 Agustus 2020 pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB.

Nama-nama saksi penting itu akan diserahkan kepada ke Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menjelaskan, dari empat saksi itu, satu di antaranya merupakan aparat penegak hukum.

Boyamin menuturkan, mereka mengetahui surat jalan palsu Djoko Tjandra yang diterbitkan oleh pejabat polri berbintang Satu Prasetijo Utomo dan pengacara Anita Kolopaking.

Menarik untuk Anda:

“MAKI akan memyerahkan daftar saksi yang terkait dengan tersangka Prasetijo Utomo dan tersangka Anita Kolopaking ke Bareskrim,” ujar Boyamin dikutip dari Suara.com, Senin.

“Daftar saksi ini terdiri empat orang (tiga swasta dan satu aparat penegak hukum),” sambungnya.

Ia menuturkan, empat saksi ini adalah orang yang diduga mengetahui, melihat dan mendengar selama pelarian Djoko Tjandra di Indonesia.

Penyerahan saksi-saksi penting itu menurut Boyamin untuk menambah atau memperkuat alat bukti yang sudah dimiliki penyidik Polri.

“Kami selalu berupaya membantu penegak hukum dalam hal ini Bareskrim untuk dapat mempercepat penanganan suatu perkara termasuk sengkarut Joko Tjandra,” ucap Boyamin.

Hanya saja, Boyamin enggan menyebutkan nama saksi penting itu. Menurutnya, lebih baik disampaikan saat menyerahkan kepada Bareskrim Polri.

“Untuk penjelasan nama saksi dan dugaan keterkaitannya dengan para tersangka akan diberikan setelah memasukkan surat kepada Bareskrim,” imbuh Boyamin.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gatot Nurmantyo Sebut Demonstran yang Tolak KAMI Massa Bayaran

Ikut Mancing, Seorang Anak 4 Tahun Tewas Tenggelam di Takalar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar