Kasus Suap Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Dicecar 70 Pertanyaan

Terkini.id – Mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte menjadi salah satu dari tiga tersangka dugaan penyuapan yang dilakukan Djoko Tjandra yang diperiksa Bareskrim Polri pada Selasa 25 Agustus 2020.

Dalam pemeriksaan tersebut, Irjen Napoleon dicecar puluhan pertanyaan oleh petugas Direktorat Tindakan Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Napoleon berserta tim kuasa hukumnya menyelesaikan pemeriksaan.

Baca Juga: Sidang Lanjutan NA, Uang Kontraktor Mengalir ke Sari Pudjiastuti dan...

Meski enggan menjawab soal isi dari pemeriksaan tersebut, Napoleon mau memberitahu terkait jumlah pertanyaan yang diberikan kepadanya.

“70 (pertanyaan),” singkat Napoleon di Gedung Bareskrim Polri, Selasa 25 Agustus 2020 malam.

Baca Juga: Sindir Oknum Agung-agungkan Napoleon ‘Mabuk Agama’, DS: Mirip Teroris, dengan...

Hanya satu pertanyaan yang dijawab oleh Napoleon. Sedangkan untuk pertanyaan lain yang diajukan awak media, Napoleon menyerahkan kepada tim kuasa hukumnya.

“Saya persilahkan nanti dijawab sama penasihat hukum saya yah,” ujarnya seperti dikutip dari suaracom, jaringan terkini.id.

Sebelumnya, tersangka Djoko Tjandra telah mengakui memberi suap terhadap Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prastijo Utomo.

Baca Juga: Sindir Oknum Agung-agungkan Napoleon ‘Mabuk Agama’, DS: Mirip Teroris, dengan...

Hal itu diketahui berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap Djoko Tjandra selaku tersangka pemberi suap sejak pukul 09.30 WIB hingga 16.30 WIB, Senin lalu.

“Yang bersangkutan (Djoko Tjandra) memang sudah mengakui itu, telah memberikan sebanyak uang tertentu pada para tersangka,” katanya.

Awi mengemukakan setidaknya ada 55 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Djoko Tjandra.

Adapun, fokus pertanyaan yang diajukan penyidik yakni berkaitan dengan aliran dana suap yang diberikan oleh Djoko Tjandra kepada para tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan kami tidak bisa sampaikan secara keseluruhan apalagi terkait nominalnya karena kita masih berproses,” ujarnya.

Bagikan