Terkini.id, Jakarta – Negara Islam Indonesia (NII) atau dikenal sebagai Darul Islam (DI) adalah kelompok Islam di Indonesia yang bertujuan untuk pembentukan negara Islam di Indonesia.
Ini dimulai pada 7 Agustus 1949 oleh sekelompok milisi Muslim, dikoordinasikan oleh seorang politisi Muslim, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampang, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya,Jawa Barat.
Kelompok ini mengakui syariat islam sebagai sumber hukum yang valid. Gerakan ini telah menghasilkan pecahan maupun cabang yang terbentang dari Jemaah Islamiyah ke kelompok agama non-kekerasan.
Sebab karena itu, berdasarkan pengakuan diduga sejumlah warga Garut Jawa Barat mengaku dibaiat masuk aliran sesat Negara Islam Indonesia.
Hal tersebut dibenarkan langsung, Lurah Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Suherman mengatakan, sejumlah anak yang mengaku dibaiat, salah satu doktrin yang diberikan adalah menganggap pemerintah RI thogut.
- Prabowo: Kalau Ada Agama yang Ajarkan Kebencian Mungkin Kekuatan Asing! Jangan Mau Dipecah Belah!
- Abdul Qadir Baraja Ditangkap, Denny Siregar: Indonesia Ini Emang Negara Seksi Untuk Dijadikan Khilafah
- Disebut Terhubung Dengan Teroris NII dan JI, Masyarakat Harus Waspada Terhadap Khilafatul Muslimin
- Heboh Konvoi Khilafatul Muslimin, BNPT: Sebagian Besar Tokoh Kunci Adalah Mantan NII
- Moeldoko Sebut NII Lebih Dahsyat dan Mengerikan, Fadli Zon: Beginilah Kalau Pejabat tidak Cerdas dan Tak Paham Sejarah
“Ajarannya yang diterima ya…. menganggap negara ini thogut,” ujar Suherman dikutip dari CNN Kamis 7 Oktober 2021
Suherman menjelaskan, informasi mengenai puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah adanya pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya. Remaja lelaki itu mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang.
Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang didominasi remaja mengaku dibaiat masuk NII.
“Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak,” katanya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Suherman sudah memfasilitasi keluarga dan anak yang diduga dibaiat untuk bertemu dan menyelesaikan permasalahan dibantu pihak terkait.
“Hasil dari tabayyun, ada islah, alhamdulilah yang bersangkutan menandatangani perjanjian dan akan kembali pada orang tua dan ajaran yang sesuai,” ungkap Suherman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
