Terkini.id, Makassar – Di tengah kondisi ketidakpastian dan kecemasan ekonomi, sebaiknya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki strategi usaha agar dapat bertahan.
Apa saja yang harus diperhatikan? Berikut saran Andi Nur Baumassepe, Dosen Ekonomi Unhas sekaligus City Coordinator ICSB (International Council of Small Business) Indonesia chapter Makassar kepada pengusaha:
1. Sikap Konsumen Berubah
Masyarakat saat ini dipaksa untuk memperketat pos-pos pengeluaran rumah tangga. Daya beli mereka terganggu. Tentu mereka akan menyesuaikan kembali daya beli.
- Lewat Aplikasi Omnix Commerce, Telkom Bantu UKM Indonesia Kelola Sistem Marketplace
- Dekranasda Sulsel Berhasil Kumpulkan Uang Hasil Lelang Rp146 Juta, Akan Disumbangkan untuk UKM Disabilitas
- Bikin Tas hingga Sepatu dari Eceng Gondok, UKM di Semarang Dapat Omzet Puluhan Juta
- Berkat Platform Digital yang Sehat, UKM Bangkit Hadapi Pandemi
- Festival Kreatif Lokal 2021, 8 UKM Ini Wakili Likupang Raih Kreatif Lokal Award
Buatlah produk yang lebih hemat, kemasan yang efisien, tetapi sebelum itu anda perlu edukasi pelanggan anda.
2. Biaya operasional terus meningkat, usaha harus efisien
Modal kerja Anda harus terjaga sampai 6 bulan ke depan. Semoga isu virus corona ini sudah dapat diatasi pemerintah. Sehingga anda harus mulai mengurangi budget iklan, menggunakan bahan baku seefisien mungkin, menegosiasi supplier untuk pembayaran, dan manfaatkan penjualan online.
Bila ada kredit usaha, negolah bank untuk membayar utang pokok saja. Toh ini sudah mendapat ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
3. Bila pelaku usaha dapat lebih efisien, cash flow harus terjaga
Bila ternyata kas (dana kas) masih selalu kosong. lebih mudahnya dipahami uang di dompet anda selalu habis. Bisa jadi utang usaha anda terlalu banyak. Lebih besar dari pemasukan.
Saatnya menjual saja aset pribadi untuk menutupi sebagian utang. aset yang bisa dijual sifatnya konsumtif yang tidak punya hubungan dengan aset usaha.
Kenapa ini penting? Agar pelaku usaha punya nafas panjang sampai badai virus corona ini berlalu. Agar anda dapat tetap membayar gaji pegawai. Punya uang beli bahan baku, tetap berproduksi. Konsumen tetap membeli dari anda.
4. Lakukan diferensiasi produk
Bila produk usaha anda berada di level premium dan mensasar segmen atas, buatlah diferensiasi (membuat varian produk) yang sifat murah. Tetapi tetap berkualitas.
Tujuannya agar konsumen tidak segera berpindah ke kompetitor. Atau sebaliknya diferensiasi ini akan membuat kosumen pesaing berpindah ke anda.
5. Jangan lupa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh
Sebagus apapun usaha dan produk pelaku usaha. Bila ownernya sakit, tentu juga akan berpengaruh pada keputusan usaha. Lagi-lagi bisa saja usaha anda tidak jalan.
6. Berdoa
Terakhir mari kita berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT semoga bencana ini segera berlalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.