Terkini.id, Semarang – Warga di Rawa Pening, Desa Kesongo Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, sejak lama sudah mengolah eceng gondok menjadi barang-barang berguna.
Akan tetapi, kebanyakan masih terkendala pemasaran dan desain produk belum menaik. Bank Indonesia (BI) melihat peluang itu, dengan menjadikan pelaku UMKM sebagai mitra binaan.
Salah satu UMKM yang fokus pada pengolahan eceng gondok, adalah Bengok Craft. Usaha ini mendapat bantuan dari Bank Indonesia sejak 2019 lalu, dan kerap mendapat undangan ke luar negeri untuk memperkenalkan produk olahan itu.
Eceng Gondok, Tanaman Gulma yang banyak tumbuh di di rawa-rawa sekitar kampung warga, biasanya dikenal tanaman yang banyak mengganggu.
Astaria Eka Santi, Business Deveplement Co Owner Bengok Craft menjelaskan, dirinya bersama suami Firman Setyaji yang juga pemilik Bengok Craft melihat banyak pengrajin di kampungnya yang punya potensi.

- Megawati Himbau Eceng Gondok Jadi Pangan Rakyat, Warganet Geram: Rezim Kodok!
- Di Masa Pandemi, Dekranasda Makassar Motivasi Pengrajin Tetap Berinovasi
- Ikuti Ajang Inacraft, Rossy Siapkan Sejumlah Kerajinan Tangan Khas Makassar
- Muara Kanal Dipenuhi Eceng Gondok, Fuad: Kewenangan Balai Besar Pompengan
- Dekranasda Kota Makassar Pamerkan Karya Pengrajin Eceng Gondok di FEMME
“Mereka tahu cara mengolah eceng gondok menjadi produk kerajinan. Tapi ada kendala desain, agregator, pemasaran, hingga cost. Kami mencoba mengatasi masalah itu, dan mendapat bantuan pendampingan dari Bank Indonesia,” ungkap dia kepada rombongan wartawan asal Sulawesi Selatan, Sabtu 22 Juli 2023.
Berkat Bengok Craft, para pengrajin di kampung itu pun bisa mendapat penghasilan yang layak, karena produk eceng gondok bisa dipasarkan ke sejumlah daerah bahkan diekspor ke Hong Kong, Singapura, hingga negara-negara eropa.

Astaria mengungkapkan, omzet yang mereka hasilkan dari jualan produk kerajinan berbahan Eceng Gondok itu mencapai lebih dari Rp30 juta.
Adapun Kepala BI Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana, menyebutkan, pihaknya ingin mendorong masyarakat di Sulawesi Selatan melihat bagaimana warga di Semarang bisa mengembangkan eceng gondok menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi.
Apalagi, di Kota Makassar, eceng gondok banyak tumbuh di kanal-kanal dan sungai yang cukup banyak mengganggu. Namun, belum banyak yang melihat tumbuhan itu sebagai produk bernilai ekonomi.
“Saat ini, ada sekitar 100-an lebih UMKM inaan BI Sulsel yang telah tembus pasar global. Ini karena upaya kami yang konsisten melakukan pembinaan berkelanjutan dengan tujuan untuk mengawal produk-produk dari UMKM,” jelas Causa Iman Karana.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
