Ada 11.305 Data Manipulatif, 100 Ribu Paket Bansos di Makassar Tersendat

Ada 11.305 Data Manipulatif, 100 Ribu Paket Bansos di Makassar Tersendat

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut penyaluran 100 ribu paket bantuan sosial belum tersalurkan. 

Pemerintah kota, kata dia, bekerja dengan hati-hati untuk menghindari manipulasi data. Saat ini sudah ada 11.305 data calon penerima bansos yang dikembalikan.

“Jadi ada kehati-hatian, pertama kita waspada pendampingan dari Kejaksaan Negeri, teman-teman dari Kapolrestabes termasuk hal-hal atau item-item yang rawan bansos seperti rawan manipulasi itu kita hilangkan,” kata Danny Pomanto, Senin, 9 Agustus 2021.

Saat ini pemerintah kota baru merampungkan 63.268 peserta penerima bansos yang telah melalui proses verifikasi. Ribuan data calon penerima bantuan yang lain dikembalikan lantaran tak memiliki foto dan NIK.

“Yang lain dipulangkan karena tidak ada fotonya tidak ada NIK-nya, jadi saya SK-kan 63.268. Jangan menunggu lagi terlalu lama nanti,” sebutnya.

Baca Juga

Setelah pendataan rampung, Danny mengatakan bakal memilih BUMN terkait penyaluran bansos. Hal itu dinilai lebih mudah pada saat pengauditan.

Senada dengan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan penyaluran. 

Maya, sapaannya, khawatir banyak warga yang menerima jenis bantuan lebih dari satu sebab tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Padahal aturan tidak membolehkan hal tersebut.

“Belum ada karena kita sangat hati-hati. Pertama kehati-hatian kita menyangkut data. Karena kita tidak mau ada tumpang tindih dengan yang sudah pernah terima PKH dan sebagainya. Terus yang kedua kita harus kehati-hatian dalam rangka pengadaan barangnya,” ungkapnya.

Maya mengatakan, terdapat 74.573 data calon penerima yang masuk. Namun, yang sudah tervalidasi dalam hal ini dianggap data bersih sebanyak 63.268. Artinya ada sekitar 11.305 yang bakal dikembalikan ke kecamatan. 

“Dikembalikan ke kecamatan kelurahannya, untuk lihat kembali ini. Cari kembali siapa lagi yang bisa dapat, yang bisa memperoleh bantuan,” tuturnya. 

Setelah melakukan validasi ditemukan banyak data warga yang manipulatif. Ia menyebutkan, data yang telah mendapatkan jenis bantuan lainnya akan dianggap gugur.

“Iya, ada juga sudah pernah dapat bantuan, tapi waktu mereka dimintai data, bohong. Berbohong bahwa belum pernah peroleh bantuan padahal sudah memperoleh bantuan. Setelah kita periksa dikasih sandingkan datanya di Dinsos ternyata ini sudah pernah dapat bantuan, digugurkan,” jelasnya. 

Selain ditemukannya data ganda, ada juga data ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

“Kemudian ada juga nomor NIK yang salah. Nomor NIKnya yang salah itu lagi disuruh perbaiki ke bawah. Jadi besok itu kita akan menyerahkan datanya ke kecamatan. Bahwa inilah data yang sudah kita terima. Ini yang bersih. Ini yang harus diperbaiki kembali datanya,” imbuhnya. 

Maya mengatakan penyaluran akan segera dilakukan. Satu paket bansos berisi 10 kg beras, 2 liter minyak, 2 kg gula, kemudian indomie instan 15 bungkus. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.