Ada Bukti Baru, Yosef Subang Diperiksa untuk ke-14 Kalinya: Jejak Pembunuh Terungkap di Kuku

Terkini.id, Subang – Suami korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, yakni Yosef Hidayah (59), kembali diperiksa polisi Kamis 21 Oktober 2021 kemarin

Syami korban pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23) di Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu diperiksa untuk ke-14 kalinya.

“Iya rekor, yang ke 14 kali Pak Yosef dipanggil. Mudah-mudahan tidak hanya titik terang saja, tetapi BAP hari ini bisa merujuk kepada pelaku sebenarnya,”ucap kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat dikutip dari Sindonews.

Baca Juga: Kabar Kasus Subang, Istri Muda Yosef Akhirnya Mengaku Usai Disumpah

Yosef datang ke Mapolres Subang didampingi penasehat hukumnya sekitar pukul 15.00 WIB sore. Hingga larut malam Yosef masih berada di ruangan penyidik Mapolres Subang.

Menurut Rohman, pemeriksaan kali ini pertanyaan penyidik lebih pada megulang kembali pertanyaan terhadap kliennya yang sebelumnya sudah ditanyakan seputar kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut, namun lebih detail.

Baca Juga: Bantah Tudingan Yoris Subang, Adik Yosef: Ayo Ketemu Kita Buktikan

“(Pemeriksaan kali ini) beberpa hal yang ditanyakan lebih spesifik. Tapi kan kita tidak bisa membocorkan semua ya detilnya, termasuk soal pertanyaan (penyidik) dan jawaban Pak Yosef. Gambaranya begitu saja,”kata dia.

Rohman tidak mau memberikan bocoran lebih jauh soal materi penyidikan. Mewakili keluarga korban, dirinya sangat berharap kasus ini segera terungkap, pelaku pembunuhan secepatnya diketahui dan ditangkap.

Saperti diketahui, baru-baru ini polisi dikabarkan menemukan bukti baru dalam penyelidikan forensik, yakni berupa jejak sang pembunuh di kuku korban. Bukti baru itu dapat mengungkap siapa pelaku pembunuhan

Baca Juga: Bantah Tudingan Yoris Subang, Adik Yosef: Ayo Ketemu Kita Buktikan

Bukti ini diungkapkan langsung oleh Kombes Pol Sumy Hastri Purwanti. Setelah melakukan penyelidikan forensik, Hastry hanya perlu mencocokan penemuan ini dengan bukti-bukti lain.

Kita cari petunjuk lain di tubuh jenazah. Dari seluruh kasus pembunuhan, tubuh manusia itu menyimpan petunjuk yang luar biasa. Petunjuk emas,” ujar Hastry kepada wartawan Selasa 19 Oktober 2021 lalu.

Saat ini, sudah dilakukan 2 autopsi oleh Hastry. Menurutnya, autopsi pertama berjalan dengan baik, sementara autopsi kedua hanya untuk memastikan ulang.

Autopsi yang dilakukan pihak kepolisian perlahan akan mengungkap identitas pelaku, dengan bukti-bukti yang ada. Hasil autopsi ulang jasad Tuti danAmalia, nantinya akan dicocokkan dengan bukti-bukti lain.

“Untuk kasus Subang itu memang jelas kasus pembunuhan. Autopsi pertama sudah bagus, sudah baik. Saya hanya melengkapi saja dan memastikan kalau dari hasil autopsi pertama itu bisa membuktikan waktu kematian, cara kematian, mekanisme kematian, dan sebab kematian,” papar Hastry.

“Pengambilan tubuh jenazah itu kita periksa lagi ke ahli DNA forensik. Kalau memang butuh pemeriksaan sidik jari ke ahli fingerprint forensik. Kalau dia diracun kita ke toksikologi forensik,” lanjutnya.

Bukti yang ditemukan pada kuku Amalia, membuktikan bahwa dugaan Amalia melakukan perlawanan kepada pelaku benar adanya.

“Sambil memeriksa sidik jari, kita lihat juga tanda-tanda di tubuhnya. Kalau ada perlawanan, misalnya mencakar, memukul atau mencubit pelaku itu terlihat dari epitel yang tertinggal di kuku korban. Jari-jarinya sekalian diambil untuk diperiksa DNA-nya. Itu kita periksa lengkap,” jelas Hastry.

Bagikan