Dalam situasi pandemi virus corona (COVID-19) yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid-19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Covid-19 ini adalah tantangan yang nyata yang berdampak sdan udah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari Covid-19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persiapan pangan adalah solusi Covid-19, oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.
Oleh karena itu Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dengan 2 langkah yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.
Untuk mendukung petunjuk dan arahan Menteri Pertanian, Nur Aliyah, mahasiswa Polbangtan Gowa kembali melaksanakan kegiatan pendampingan di Dusun Hasana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa terhadap Kelompok Tani Mappatangka dengan membantu 3 orang petani melakukan pemupukan pada lahan tanaman jagung. Senin (01/06).
Apa yang kami lakukan bagian dalam mendukung kegiatan petani di lapangan dan tugas tambahan dalam menjalankan kegiatan “learning from home,” kami juga ditugaskan untuk bersinergi dengan petani dalam hal pendampingan, kami juga ingin melihat petani itu sukses dalam beragribisnis,” ujar Nur.
- Touring 3.000 KM, RGOG Indonesia Perkenalkan Pesona Alam Sulawesi dan Aksi Sosial
- PT Pelindo Jasa Maritim Perkenalkan Model Integrasi Energi dan Pariwisata Maritim di Forum LNG Internasional
- Menebar Keikhlasan dan Kepedulian, Jamaah Masjid Nurul Falah Polbangtan Gowa Laksanakan Penyembelihan Hewan Qurban
- FISIP Unismuh Catat Prestasi, Prodi Administrasi Negara Raih Predikat Unggul
- Humas Kominfo Jeneponto, Makna Kurban Dan Pengabdian Sejati Seorang Pelayan Negara
Tanaman jagung merupakan komoditas pangan terpenting kedua setelah padi karena perannya selain sebagai pengganti beras, sebagian besar penduduk Indonesia menjadikan juga komoditas pangan penting dalam perdagangan produk pertanian.
Sedangkan Pupuk sebagai salah satu sarana produksi pertanian yang penting dalam meningkatkan hasil tanaman. Dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah maka dianjurkan penambahan bahan organik pada tanah dengan cara pemupukan menggunakan pupuk organik yang dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang dapat terjadi melalui pencucian (leaching) akibat terbawa run off (aliran permukaan), perkolasi dan menguap di udara.
Oleh sebab itu kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan informasi yang diperoleh di bangku kuliah kepada petani mengenai dosis, waktu, dan cara pemupukan secara benar serta dapat meningkatkan produktivitas dan memenuhi kebutuhan hara pada tanaman jagung melalui pemupukan, selain itu kegiatan ini sebagai upaya kami untuk menjaga agar panen petani tidak gagal” kata Nur.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pupuk merupakan faktor penting dalam menghasilkan produksi pangan berkualitas.
Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan pertanian berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi. Pupuk merupakan faktor penting dalam menghasilkan pangan berkualitas,” jelas Syahrul.
Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Covid-19.
Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.
“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (UNI)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
