Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan MA yang menolak gugatan kubu Moeldoko terhadap AD/ART Partai Demokrat.
Pernyataan itu disampaikannya melalui sebuah video yang kemudian disiarkan melalui Kantor DPP Partai Demokrat.
Saat ini AHY sendiri sedang menemani sang ayah, Mantan Presiden SBY menjalani pengobatan di Rochester Amerika Serikat.
Ketum Demokrat itu mengatakan pihaknya sudah memperkirakan gugatan tersebut akan ditolak sebab tidak masuk akal.
“Alhamdulillah, tentu kami sangat menyambut gembira keputusan ini. Keputusan yang sebenarnya sudah kami perkirakan sejak awal. Kami yakin bahwa gugatan tersebut akan ditolak, karena gugatannya sangat tidak masuk di akal,” kata AHY, Rabu 10 November 2021.
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
- Pimpin Rapat Pleno, AHY Sampaikan Agenda Penting Mengenai Pilpres dan Pileg 2024
AHY mengatakan jika judicial review ini hanya akal-akalan KSP untuk merebut kekuasaan di Partai Demokrat.
“Judicial review AD/ART Partai Demokrat ini hanyalah akal-akalan pihak KSP Moeldoko, melalui proxy-proxy nya, yang dibantu pengacara Yusril Ihza Mahendra. Tujuan akhirnya sangat jelas, melakukan gerakan pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat, yang sah dan diakui oleh Pemerintah,” lanjutnya.
AHY mengibaratkan PD sebagai sebuah aset properti. Dia mengatakan sejak awal Moeldoko tidak memiliki sertifikat yang sah atas properti tersebut.
“Padahal jika kita analogikan, Partai Demokrat ini sebagai aset properti, maka sertifikat yang sah dan diakui pemerintah hanya satu, yakni yang sekarang saya kantongi dan saya pegang mandatnya hingga 2025,” tuturnya.
“Tidak pernah KSP Moeldoko mendapatkan sertifikat dari Pemerintah atas kepemilikan properti itu. Jadi tidak ada hak apapun bagi KSP Moeldoko atas Partai Demokrat. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada haknya KSP Moeldoko mengganggu rumah tangga Partai Demokrat,” ucap AHY.
Putra sulung SBY tersebut mengatakan jika hasutan dan gelagat pamer kekuasaan tidak hanya mencoreng nama baik Presiden Jokowi selaku atasan Moeldoko di pemerintahan.
“Hasutan dan pamer kekuasaan seperti ini, tidak hanya mencoreng nama baik Bapak Presiden, selaku atasan langsung beliau, tetapi juga menabrak etika politik, moral serta merendahkan supremasi hukum di Tanah Air. Lebih dari itu, juga melabrak kehormatan dan etika keprajuritan,” tegasnya
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
