Masuk

AHY Sebut Utang Indonesia Menumpuk, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Pasang Badan

Komentar

Terkini,.id, Jakarta – Kecaman perihal utang Indonesia yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY mendapatkan balasan dari anak buah Sri Mulyani, Yustinus Prastowo.

Lewat media sosial pribadinya, Yustinus Prastowo menyayangkan sikap AHY yang hanya fokus terhadap jumlah utang Indonesia.

“Tentu kritik seperti yg disampaikan Mas @AgusYudhoyono ini harus dihormati. Kita berterima kasih. Ini tanda demokrasi berdenyut krn ruang perbedaan dirawat,” ujar Yustinus Prastowo, dilansir dari Twitter @prastow, Rabu 25 Januari 2023.

Baca Juga: Said Didu Nilai Jokowi ‘Jago’ Numpuk Utang Dibanding dengan Soeharto dan SBY

“Sayang kritik @PDemokrat ahistoris, terjebak pada angka, bukan kondisi faktual yg dinamis. Di situ esensinya. Kita bahas,” lanjutnya.

Kemudian, pria yang menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis ini menjelaskan kondisi keuangan Indonesia dari tahun 2015 hingga sekarang.

“Kurun 2015-2019 rasio utang dapat kita jaga di level maksimal 30 persen. Saat penerimaan negara melandai dan kebutuhan pembiayaan berbagai belanja publik meningkat utk mengejar kemajuan, maka utang menjadi salah satu pilihan. Lonjakan tinggi jelas karena pandemi covid,” tuturnya.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut APBN Jadi Penentu Keberlangsungan Pemerintahan Jokowi

“Lihat saja lonjakan dari 30% ke 39,38% dlm setahun di 2020, demi menangani dampak kesehatan, sosial & ekonomi krn covid-19. Bukankah ini keniscayaan & justru menunjukkan tanggung jawab pemerintah, yg skrg diapresiasi sbg salah satu negara yg berhasil mengatasi pandemi dg baik?” tambahnya.

Lalu ia membandingkan situasi keuangan tanah air dengan negara Asia lainnya.

“Sesuai grafik no 2, di tahun 2020-2021 mencapai 10,8%. Namun dibandingkan negara lain di periode yang sama, ini lebih kecil. Misal Thailand 17%, Filipina 22,1%, China 11,8%, Malaysia 13,6%, dan India 16,5%. Ini yang saya kritik sebagai ahistoris dan nirkonteks. Kita pruden,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia meminta AHY dan Partai Demokrat untuk melihat lagi permasalahan utang Indonesia dengan lebih dalam dengan informasi yang benar.

Baca Juga: Indonesia Berutang ke Jepang, Dokter Tifa: Begitu Terus yang Dilakukan Selama Delapan Tahun

“Supaya kita semua punya imajinasi nominal, mengikuti logika Mas @AgusYudhoyono yg eklektik, selama pandemi pemerintah merealisasikan Rp 1.635,1 T utk menolong rakyat menghadapi pandemi. Silakan dibandingkan dg periode lain di Republik ini, kapan ada belanja publik sebesar ini?” paparnya.

“Mas @AgusYudhoyono perlu mendapat asupan informasi yg komprehensif soal ini. Kerja keras #APBN yg pruden, efisien, dan antisipatif menekan defisit berkonsekuensi pd pembiayaan. Realisasi utang 2022 hanya Rp 688,54 T atau 73% dari target. Tentu tak mudah mengelola ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada 18 Januari 2023, AHY mengkritisi perihal utang Indonesia dan gelombang PHK yang sedang terjadi saat ini.

“Utang luar negeri kita terus menumpuk, sedangkan cadangan devisa kita juga menipis karena harus menahan nilai tukar rupiah yang belakangan ini juga melemah. Kita juga tahu bahwa gelombang PHK secara massal terjadi di sana sini. Ini semua tentunya mengancam masa depan dan nasib para pekerja nasional kita,” pungkas AHY.