Sindir Pedas Pemerintahan Jokowi soal Utang, Politisi PKS: Sampai Rakyat yang Belum Lahir pun Sudah Ada Utangnya

Sindir Pedas Pemerintahan Jokowi soal Utang, Politisi PKS: Sampai Rakyat yang Belum Lahir pun Sudah Ada Utangnya

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaPolitisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Jazuli Juwaini menyindir Pemerintahan Jokowi (Joko Widodo) terkait utang Indonesia yang telah mencapai 7 triliun.

Jazuli Juwaini menyindir bahwa dengan utang sebanyak ini, rakyat Indonesia yang belum lahir pun sudah memiliki hutang.

Dilansir dari RMOL, hal ini disinggung Jazuli Juwaini saat mengkritik Pemerintah yang berencana mencabut subsidi Gas 3 Kg lantaran memiliki beban utang.

Diperkiran bahwa Pemerintah Indonesia akan nombok Rp280 triliun utang ketika memberikan subsidi.

Terkait ini, Jazuli Juwaini pun menyampaikan bahwa Pemerintahan Jokowi harus berpikir ulang untuk menaikkan TDL dan juga mencabut subsidi Gas 3 Kg yang merupakan kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Baca Juga

“Ini gimana sih, giliran sama orang kecil kayaknya gemes banget, (Gas) 3 Kg mau dinaikkin terus hah? ya kan. TDL mau dinaikkin terus, subsidinya mau dicabut,” kata Jazuli Juwaini pada Kamis, 28 April 2022.

“Kenapa sih enggak berpikir ayo yang punya tanggung jawab besar itu yang diprioritaskan untuk memenuhi tanggung jawabnya, sehingga masyarakat kecil teringankan bebannya,” sambungnya.

Ketua Fraksi PKS ini lantas mengomentari mengenai jumlah utang pemerintah yang semakin membengkak, dimana data terakhir IMF mencatat utang Indonesia telah mencapai Rp7.052 triliun.

Jazuli menyinggung, Fraksi PKS sejak lama telah memberikan kritik pedas kepada Pemerintah terkait terus bertambahnya utang.

Ia menilai bahwa Pemerintahan Jokowi tidak memiliki kreativitas dalam mengelola keuangan negara.

“Kita berharap negara itu punya kreativitas, tidak semua urusan ngandelin utang, kalau semua ngandelin utang semuanya juga bisa bangun jalan (dengan) ngutang, beli ini ngutang, siapa yang enggak bisa,” ucapnya.

Jazuli Juwaini pun menilai bahwa yang dibutuhkan pemerintah saat ini adalah kreativitas dalam menutupi kebutuhan-kebutuhan negara yang tidak harus dari utang.

“Sekarang sudah 7 ribu (triliun) utangnya, ini akan membebani rakyat, sampai rakyat yang belum lahir pun sudah ada utangnya, bahkan belum jadi (orang) juga dalam janin ibunya sudah punya utang juga mungkin, nah itu yang kita sangat sayangkan,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.