Utang Indonesia Membengkak, Jusuf Kalla Pesan ke Presiden Selanjutnya Harus Mampu Selesaikan Masalah ini

Utang Indonesia Membengkak, Jusuf Kalla Pesan ke Presiden Selanjutnya Harus Mampu Selesaikan Masalah ini

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Utang Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo hingga saat ini tercatat menyentuh angka Rp. 7014 triliun. Pembengkakan utang ini membuat Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berpesan kepada presiden selanjutnya untuk menyelesaikan utang-utang negara.

Jusuf Kalla menyebut utang Indonesia yang membengkak ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh presiden selanjutnya dan harus bisa diselesaikan.

Jusuf Kalla juga menyampaikan bahwa kriteria pemimpin selanjutnya yang mampu memimpin Indonesia adalah yang memiliki kemampuan dan tahan banting terhadap permasalahan apapun yang dihadapi oleh negara, termasuk permasalahan utang.

“Saya bilang presiden yang akan datang harus punya kemampuan besar dan tahan banting karena tantangan pada masa mendatang salah satunya sisi ekonomi masih belum dalam kategori baik”, kata Jusuf Kalla, dikutip dari laman Tempo.co, Senin 18 April 2022.

Dia pun menyampaikan bahwa utang Indonesia terus mengalami pembengkakan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang memerlukan banyak dana untuk mengatasi masalah pandemi.

Baca Juga

Disamping itu, laporan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan bahwa posisi utang Indonesia saat ini menginjak angka Rp. 7.014,58 triliun, angka ini tercatat hingga akhir bulan Februari 2022 dengan rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 40.17 persen.

“Utang terus naik, ini bunganya saja kalau rata-rata 6 persen karena obligasi atau 7-8 persen itu berarti membayar bunga saja Rp 400 triliun, sehingga betul-betul pemimpin Indonesia berikutnya harus bisa menyelesaikan itu semua”, sambungnya.

Selain itu, utang Indonesia jika dibandingkan dengan posisi utang per 31 Januari 2022 yang posisinya berada pada angka Rp. 6.919,15 triliun dari 39,63 persen dari PDB. Hal ini berarti ada penambahan utang sebanyak Rp. 95,43 triliun dalam waktu satu bulan.

Berdasarkan laporan dari APBN KITA edisi Maret 2022, secara nominal terjadi peningkatan total utang pemerintah seiring dengan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan penarikan pinjaman dari Februari 2022.

Olehnya itu, Jusuf Kalla meminta kepada pemimpin selanjutnya untuk memiliki strategi dalam mengembangkan ekonomi Indonesia, serta memiliki kemampuan dalam menangani permasalahan utang Indonesia yang diwarisakan pemimpin pendahulunya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.