Terkini.id, Makassar – AIESEC in Universitas Hasanuddin kembali mengadakan webinar gratis untuk tetap bisa memberikan dampak positif kepada banyak orang di tengah pandemi Covid-19 ini.
Youth Today merupakan sebuah platform untuk menghubungkan anak muda dan menciptakan kesadaran tentang pentingnya mengembangkan leadership skill mereka. Dengan tema “Cultivating YOUth Future”, Youth Today hadir sebagai wadah untuk mendapat ilmu tentang kesadaran isu dunia, pentingnya kepemimpinan dan bagaimana cara menghubungkan dampak antara pemuda di tengah pandemi ini.
Virtual talk ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 melalui Zoom dengan meraih partisipan sebanyak kurang lebih 200 orang.
Acara ini dipandu oleh moderator Pauline Ciuputri yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga dan juga bertanggung jawab sebagai Nasional OGT ER dan koordinator AIESEC Indonesia. Sedangkan untuk MC adalah Endrinayla, yang meraih penghargaan gadis sampul tahun 2019.
Pembicara pertama ada Azalia Zatadini. Sebelum memulai kariernya yaitu Leadership Excellence Consultant Daya Dimensi indonesia, beliau menjadi sukarelawan di AIESEC dan merupakan Former President of AIESEC Indonesia 2018/2019. Dalam sesi ini, beliau menjelaskan “WHY” leadership is important in this crisis.
- Semifinal AAS Cup II 2026 Digelar Hari Ini, Alumni Unhas Berebut Tiket Final
- Haji Mabrur Tak Hanya Ritual, Tetapi Juga Kepedulian Sosial
- Semarak Pasar Murah di Lokasi TMMD, Warga Arungkeke Palantikang Bersyukur Kebutuhan Pangan Terjangkau
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
Ia menyimpulkan bahwa situasi saat ini memberikan sebuah perubahan dimana semuanya serba virtual, pemuda terpacu untuk terus berinovasi, terjadinya peningkatan stress, hingga kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Dengan perubahan-perubahan itu, peran youth sangat dibutuhkan karena simple activity sangat berdampak pada diri sendiri dan oranglain.

Beliau membagikan tips bagaimana cara improve leadership dengan 3 tips yaitu apakah values kita sejalan dengan apa yang kita lakukan, manage emotions, dan tips yang ketiga yaitu talent apa yang kita punya dan harus terus kita perkaya.
Terakhir dari beliau ia mengatakan youth adalah pemimpin masa depan yang akan membuat histori yang lain. Oleh karenanya, penting kaum muda untuk menyadari betapa specialnya mereka karena telah menjadi saksi nyata, saksi hidup, dan pelaku yang berperan untuk membuat suatu perubahan untuk otang lain dan diri sendiri. One person, one story, can make a bigger impact.

Kemudian, acara dilanjutkan oleh Cindy Colondam, Impact Measurement and Management Consultant at UNDP Indonesia. Beliau menjelaskan tentang “HOW” pemuda dapat berkontribusi dalam pencapaian SDGs.
Ia menjelaskan mengenai SDGs dan mengatakan bahwa setiap SDGs berhubungan. Beliau juga menyatakan bahwa ada beberapa alasan youth berperan dalam SDGs yaitu next generation, educate, and empower.
Alasan mengapa youth berperan dalam SDGs karena youth is the key, youth is important untuk menentukan bagaiamana generasi selanjutnya mempunyai kehidupan yang bagus dan youth can take global challanges.
Tiga cara untuk mewujudkan SDGs, beliau memberikan saran yang sangat bagus yaitu join the disscussion, educate yourself, and advocate others. Sebelum beliau menutup sesinya ia mengatakan Important that youth more aware to SDGs, important youth work together because when youth work together fo common goals kalian bisa melakukan segala hal dan memberikan dampak positif ke beberapa tahun kedepan.

Kemudian, sesi ketiga yaitu EP RETURNEE dibawakan oleh dua speaker yang akan menjelaskan mengenai “WHAT”. Speaker pertama yaitu Alexander Adhitya, Sebelum bekerja sebagai integrated marketing specialist at Microsoft Indonesia beliau adalah salah satu AIESEC Exchange Participant Returnee for Agribida Project di Filipina. Speaker yang kedua yaitu Febriana Tri Hartina, sebelum bekerja sebagai risk assurance associte at PwC Singapore, beliau pernah menjadi relawan Swasdee 22 di Chulalongkorn, Thailand.
Alasan kak Tri Hartina mengikuti volunteering abroad yaitu karena beliau berada pada titik jenuh mencari apa sih purpose dalam hidupnya hingga akhirnya ia mendapatkan informasi mengenai volunteer AIESEC dan memutuskan untuk join.
Sedangkan, alasan kak Alex ialah volunteer AIESEC memberikan manfaat yang sangat banyak yaitu life exchange experience, bertemu banyak orang dengan spirit yang sama, journey with mutiple purpose yaitu traveling dan leadership didapatkan. Beliau juga menjelaskan mengenai manfaat setelah mengikuti project yaitu lebih aware terhadap issue global. Dan tak kalah seru 2 speaker berbagi bagaiamana experience mereka selama disana dan bagaiamana kebudayaan-kebudaayan negara lain.
Untuk teman-teman yang ingin merasakan pengalaman volunteer di luar negeri, AIESEC in Universitas Hasanuddin punya program untuk itu. Program Global Volunteer merupakan program relawan ke luar negeri dengan berbagai project-project based on SDGs. Program Volunteer ini berlangsung selama 6-8 minggu. Jika teman-teman berminat atau ingin tanya-tanya, bisa menghubungi AIESEC in Universitas Hasanuddin melalui akun Instagram di @aiesecinunhas ya!
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
