Ajak Anak-Anak Cinta Uang Logam, BI Gelar Gerakan Peduli Koin

Terkini.id, Makassar – Peredaran Uang Logam di Indonesia, khususnya di Sulsel kurang optimal lantaran masyarakat enggan menggunakan uang koin. Padahal uang logam juga merupakan alat pembayaran yang sah.

“Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang koin di Sulsel 87,4 miliar dengan pecahan seribu ke bawah namun yang kembali hanya 893 juta,” kata Unit Pengolahan Uang Kpw BI Sulsel Tubagus Hairul Amir saat ditemui di Bank Indonesia Sulsel, Rabu, 20 November 2019.

Tubagus melihat kebiasaan masyarakat yang jarang menggunakan uang logam lantaran jumlahnya sangat kecil dan fisiknya yang banyak tak menghasilkan jumlah signifikan di sisi nominal.

“Masyarakat kita dari besar sampai anak-anak enggan menggunakan uang koin apalagi dengan semakin munculnya transaksi menggunakan dompet elektronik dan uang digital,” paparnya.

Hal itu, kata dia, semakin memperkecil peluang masyarakat untuk menggunakan uang koin lantaran uang digital lebih simpel dan cepat.

“Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan mereka (anak-anak) sejak dini kepada uang koin sebagai salah satu kedaulatan kita sebagai NKRI,” ungkapnya.

Tubagus berharap melalui program Peduli Koin anak-anak mampu menghargai uang rupiah walaupun hanya pecahan kecil.

BI mengemas program Peduli Koin melalui lomba guna menumbuhkan nilai kompetisi dan sportivitas bagi anak-anak usia SD dan SMP.

“Nilai lebih yang kami harapkan bahwa uang rupiah bisa menjadi nilai yang besar bila di kumpulkan,” harapnya.

Sebelumnya, pada tahun 2015, BI melakukan kegiatan serupa di Anjungan Pantai Losari dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sehingga, kata Tubagus, ada seorang bapak yang membawa uang koin dalam galon mineral dan pihaknya sampai susah untuk menghitung.

“Kami akan memberikan penghargaan kepada semua SD dan SMP yang ikut serta sebagai bentuk partisipasi mereka. Kemudian akan memberikan hadiah bagi juara 1-3 bagi sekolah yang bisa mengumpulkan uang rupiah terbanyak dari sisi keping, bukan nominal,” kata dia.

BI juga memberi hadiah kepada siswa yang berhasil mengumpulkan uang logam yang terbanyak secara keping.

Selain itu, BI pun akan memberikan khusus penghargaan kepada sekolah yang melibatkan siswanya paling banyak.

“Kegiatan ini sudah dimulai tanggal 15 dan akan dikukuhkan pada 25 nanti. Kemudian pengumuman pemenang akan kami sampaikan pada 29 november sekaligus memberi sosialisasi kepada guru dan siswa,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prediksi The Economist: Hampir Semua Negara G20 Resesi, Kecuali Indonesia dan 2 Negara Ini

Harga Gula Pasir di Kabupaten Bone Meroket, Begini Temuan di Lapangan

Optimalkan Layanan, BNI Syariah Relokasi Kantor Cabang Veteran Makassar

Kena Pajak Cukai, Harga Kantong Plastik Naik Jadi Rp500 Per Lembar di Minimarket

Jiwasraya dan Window Dressing

Dream Tour-Batik Air Buka Penerbangan Makassar-Jeddah, Bidik 20.000 Jemaah Per Bulan

Edhy Prabowo Genjot Rencana Ekspor Benih Lobster: Saya Tidak Akan Mundur

2020, BI Prediksi Ekonomi Sulsel Bakal Lebih Baik dari Tahun Ini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar