Terkini.id, Jakarta – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais turut memberikan pendapatnya terkait kontroversi pernyataan budayawan Cak Nun Jokowi Firaun.
Amien Rais kemudian menceritakan berbagai macam kejahatan Firaun dan para pengikutnya pada zaman jahiliyah.
Lalu pendiri Partai Amanat Nasional alias PAN ini menghubungkannya dengan pemerintahan Jokowi saat ini.
“Firaun juga memelihara ratusan tukang sihir yang berfungsi sebagai penggertak dan paneror rakyatnya sekaligus semacam buzzer yang dapat bayaran tinggi. Nah para penyihir ini menjadi penjilat dan buzzer murahan itu dikisahkan dalam Al Quran,” ujar Amien Rais, dilansir dari suara.com (jaringan terkini.id), Jumat 20 Januari 2023.
“Ini cerita sesungguhnya terjadi juga sampai zaman sekarang banyak berhubungan dengan kekuasaan yang absolut, menjilat kemudian meminta imbalan ‘kalau kami nanti bisa memenangkan peperangan atau konflik atau pertarungan antara Paduka, Bapak Kaisar atau Bapak Raja atau Bapak Presiden dan lain-lainnya apa kira-kira imbalannya? Ya tadi itu jadikan all the president’s men,” lanjutnya.
“Nah kira-kira mereka akan dapat berseliweran di istana dibeli harga dirinya oleh Qorun waktu itu dan hidupnya nista sepanjang masa,” paparnya.
Selain itu, Amien Rais mengisahkan bahwa selama masa kejayaan Firaun, ia dibantu oleh beberapa penasehat.
“Ada elite politik dalam hal ini Firaun sendiri, elite ekonomi yakni Qorun yang saking kayanya kunci gudang kekayaannya dibawa 7 orang dewasa saja tidak sanggup kata Al Quran, kemudian ada elite teknokratik yang dipimpin Haman,” katanya.
Sebagai informasi, kalimat Jokowi Firaun menjadi topik pembicaraan masyarakat setelah Cak Nun menyamakan beberapa tokoh publik dengan tiga sosok antagonis dalam kisah Nabi Musa AS.
Tokoh publik yang dimaksud yaitu, Jokowi, Luhut Pandjaitan dan pengusaha Anthony Salim.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
