Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berharap penerapan alsintan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usahatani, baik saat secara on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usahatani sehingga meningkatkan pendapatan petani. Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan ini, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.
“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.
Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa generasi muda atau disebut juga pemuda milenial, menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
- Minim Pengawasan, Tanah Kosong Rentan Diserobot, Simak Imbauan ATR/BPN
- Indosat Buka Rumah Haji & Umrah, Jamaah Lebih Tenang Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian,” urai Dedi.
“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.
Zulfikar merupakan anak seorang petani di salah satu desa yang ada di Pangkep dan mahasiswa Polbangtan Gowa semester IV. Saya melakukan proses tanam padi tidak sendirian. Saya bersama kakak dan bapak dengan saling bergantian menanam menggunakan transplanter. Karena panen padi telah usai otomatis para petani akan kembali menanam padi. Ada yang menggunakan pompa air untuk mendapatkan air dan ada juga yang menggunakan air dari irigasi. Penanaman padi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makan dan ada juga yang dijual sehingga bisa menutupi kebutuhan lain. Dalam pandemi covid 19 ini kami para petani akan mengerahkan seluruh tenaga untuk memenuhi kebutuhan pangan Indonesia ditengah pandemi covid 19. Rabu (06/05)
Menanam padi merupakan hal yang umum terjadi ketika musim hujan telah masuk. Namun bedanya saya menggunakan mesin transplanter yang tergolong menggunakan tenaga mesin. Saat melakukan proses tanam padi saya perlu menyiapkan bibit terlebih dahulu yang sudah siap untuk ditanam. Kemudia saya mengatur sesuai dengan keadaan mesin transplanter dan kemudian menjalankan mesin sesuai dengan standar operasi.
Masyarakat Desa Panaikang Kec.Minasatene pada umumnya adalah petani padi yang ditunjang dengan irigasi leang londrong Desa Panaikang sehingga dapat melakukan pertanaman 3 kali setahun dan juga petani mulai mengikuti perkembangan melalui tekhnologi pertanian mulai dari persiapan lahan, penggarapan lahan, penanaman, panen, hingga pasca panen dennen memanfaatkan hand traktor, transplanter dan combine,” ujar Zul.
Tujuannya untuk mendukung adanya kegiatan budidaya dan peningkatan hasil pertanian dari alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memudahkan petani mengolah lahan pertanian mulai dari tahap persiapan lahan, penggarapan lahan, penanaman, panen, hingga pasca panen.
Lanjut Zulfikar, bersama Kelompok Tani Padaelo, Desa Panaikang, melakukan kegiatan tanam dengan mesin transplanter karena sangatlah mudah dalam penggunaannya. Petani tidak perlu butuh banyak waktu untuk menanam padi di sepetak sawah. Hanya perlu melakukan pembibitan dalam baki mesin transplanter, hingga menghasilkan gulungan bibit padi siap tanam. Selanjutnya, letakkan bibit padi diatas mesin kemudian menjalankan mesin supaya padi tertanam secara otomatis. Cara modern untuk menanam padi ini tentu sangat menghemat waktu dan biaya.
Semoga apa yang kamı lakukan saat ini, bisa membantu pemerintah dalam ketersediaan pangan ditengah pandemi covid-19,” ujar Zul.
Mentan SYL, sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. Semuan insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, mewujudkan kemandirian pangan bangsa. Menjadi petani kita sehat sejahtera dan semangat, agar tetap terus berproduksi. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
