Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Ujang Komarudin merasa aneh atas pemberitaan soal kinerja Presiden Jokowi yang meningkat pesat sedangkan kondisi ekonomi masih belum stabil.
Diketahui, dalam survei Litbang Kompas, peningkatan Jokowi dan Ma’ruf Amin meningkat pesat di akhir Januari 2022.
Tercatat, bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama ini mencapai angka 73,9 persen.
Padahal, kondisi ekonomi masyarakat masih belum stabil. Bahkan, belakangan masyarakat dihadapkan lagi pada kelangkaan minyak goreng dan mahalnya harga kedelai.
Ujang pun merasa aneh, sejumlah masalah kebutuhan pokok yang dihadapi masih belum selesai.
- Pengamat Politik Sebut Anies Baswedan Akan Menang Pertarungan Jika Tepat Memilih Cawapres 2024
- Pertanyakan Prestasi Anies Baswedan, Ujang Komarudin ke Hasto Kristiyanto: Cek Aja! Keliatan Kok, Sangat Jelas
- Pengamat Politik Ujang Komaruddin Ungkap Kemungkinan Adanya Skenario PDIP di Pilpres 2024
- Sebut Puan Berpeluang Maju di Pilpres, Ujang Komarudin: Dia Anak dari Ketum PDIP
- Anies-Khofifah Digadang Jadi Duet Baru di Pilpres 2024, Ujang Komarudin: Menarik Tapi Agak Sulit
Belum lagi terkait kebijakan pemerintah seperti Jaminan Hari Tua (JHT) dan beberapa kebijakan kontroversi lainnya yang masif ditentang oleh rakyat.
“Itu kok bisa tingkat kepuasannya meningkat?” ujar Ujang, dikutip oleh terkini.id dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, 23 Februari 2022.
Nah, berdasar pemaparan Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini, dari hasil kebijakan pemerintah yang banyak ditentang oleh publik, maka seharusnya tingkat kepuasan publik tidak meningkat.
Menurutnya, siapa pun yang mendengar kabar kenaikan kepuasan kinerja Jokowi pasti akan kaget.
“Surveinya ditinggikan, agar seolah-olah rakyat percaya pada pemerintahan Jokowi. Siapapun akan kager dengan tingginya kepuasan publik tersebut,” terang Ujang.
“Padahal di bawah, banyak rakyat yang susah dan kecewa,” tegasnya menambahkan.
Tak hanya itu, Ujang juga menyinggung mengenai wacana perpanjangan masa jabatan presiden yang sempat ramai diperbincangkan.
“Banyak masyarakat mulai kecewa kok, karena harga bahan pokok belum turun. Ini malah tingkat kepuasan meningkat? Ya, mungkin ya, mungkin saja ada agenda itu (memperpanjang masa jabatan presiden),” curiganya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
