Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menganggap bahwa Direktur Centre For Youth and Population Research, Dedek Prayudi alias Uki menyebarkan hoaks soal sumur resapan yang dibangun Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Mustofa Nahrawardaya pun menyindir keras apakah Uki tidak malu serta memintanya untuk menghapus cuitan tersebut.
“Hoax. Anies Baswedan baru bikin sumur resapan, tahun 2020. Hapus aja mas. Gak malu kah?” kata Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 10 Desember 2021.
Sebelumnya, Uki menyentil Anies Baswedan soal sumur resapan yang justru membahayakan warga sebagai pembayar pajak.
“Harus sampai berapa korban lagi hingga Pak Anies Baswedan menyadari bahwa ia telah mencelakakan pembayar pajak menggunakan uang pembayar pajak?” kata Uki pada Jumat.
- Jalankan Program Kemitraan Kemendikbud, Dosen UKI Paulus Gelar PkM di Desa Lembang Mesakada
- Angka Putus Sekolah Murid SD Tertinggi di Jakarta, Uki: Gubernurku Anies, Sekali Lagi Terbukti Kerjamu Cuma Kosmetik
- Anies hingga RK Beraksi di Citayam Fashion Week, Uki Minta Ganjar Jangan Ikut-ikutan: Kesannya Numpang Narsis
- UAH Sebut Nama Asli Kapiten Pattimura adalah Ahmad Lussy, Uki Beri Sindiran Menohok
- Anggota TGUPP Bela Anies soal 'Pribumi', Uki: Mendingan Ngaku Salah Aja, Gak Perlu ke Mana-Mana Ngelindur
Bersama cuitannya, Uki membagikan berita soal mobil yang terperosok ke lubang galian sumur resapan karena tak dipasangi pembatas.
Uki lantas dianggap menyebarkan hoaks sebab kejadian itu terjadi pada tahun 2018, sebelum Anies Baswedan memulai proyek sumur resapannya.
“Hoax bro.. lihat tanggal nya. Tahun 2018,” kata salah satu netizen.
Menanggapi itu, Uki mengatakan bahwa ia sadar berita tersebut adalah berita lama, namun bukan hoaks.
Mantan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengaku bahwa ia justru ingin mengingatkan agar hal seperti itu tak terjadi berulang kali.
“Memang benar berita lama. Tapi bukan hoax, mas. Justru itu yang ingin saya sampaikan. Hal seperti ini terjadi berulang kali. Mau sampai berapa korban lagi?” katanya.
Selain itu, Uki juga membalas Mustofa Nahrawardaya yang juga menganggapnya menyebarkan hoaks.
Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang No 25/2009, Gubernur (aktif) bertanggung jawab atas pelayanan publik.
“Gubernur miliki perangkat dan otoritas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek. Pun tak terlibat di perencanaan, ga bisa lepas tangan di pelaksanaan dan pengawasan,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
