Anggota DPD Kritik Pedas Komisaris Pelni, Said Didu Skeptis: Mereka Akan Abaikan

Terkini.id, Jakarta – Muhammad Said Didu mengomentari kritikan yang dilontarkan Abdul Rachman Thaha, anggota DPD RI kepada oknum Komisaris PT Pelni (Persero) soal pembatalan kajian Ramadhan yang berujung pencopotan.

Said Didu skeptis bahwa kritikan pedas Rachman akan didengarkan oleh oknum Komisaris Pelni tersebut.

“Ah cuma gitu doang. Mereka akan abaikan semua,” cuit @msaid_didu pada Senin, 12 April 2021.

Baca Juga: WNA Cina Terus Berdatangan, Said Didu: Rakyat Mau ke Kuburan...

Dilansir dari JPNN.com, Abdul Rachman sebelumnya mengkritik oknum Komisaris Pelni yang menurutnya telah membangun mindset paranoia dan mencerca guru-guru pengajar kebenaran dengan berbagai sebutan yang mengecilkan hati.

“Padahal, saya yakin, julukan-julukan merendahkan itu diberikan tanpa disertai pemahaman yang sungguh-sungguh dari sang komisaris tentang sikap hidup dan isi pengajaran para cerdik cendekia tersebut,” kata Rachman, Minggu, 11 April 2021.

Baca Juga: Momen Lebaran, Megawati Sebut Tuhan Bersemayam di Gubuk Orang Miskin,...

Rachman melanjutkan bahwa pembatalan acara keagamaan dengan dalih tak berizin adalah tidak sebanding dengan pentingnya pencerahan-pencerahan religius bagi para karyawan Pelni, terlebih di bulan suci Ramadan.

Dia mensinyalir bahwa pembatalan tersebut tampaknya lebih merefleksikan ketakutan tak berdasar yang bertemu dengan hasratnya membangun popularitas yang ilusionis belaka.

“Saya katakan ilusional karena apa yang sang komisioner sangkakan adalah tidak berkesesuaian dengan kenyataan,” ucap anggota Komisi I DPD RI itu.

Baca Juga: Balas Pernyataan Said Didu Soal Palestina, Ferdinand: Fitnah dan Hoax

Oleh karena itu, Rachman menyarankan agar oknum komisaris PT Pelni meluangkan waktu untuk menyimak acara dimaksud, bukan justru melarangnya.

“Simak pencerahan para penceramah di situ, lalu tunjukkan kepada publik di sisi mana sang komisaris berhasil menemukan ajaran-ajaran radikalisme yang dia takutkan itu,” ucap Rachman.

Adapun sebelumnya memang ramai dibicarakan soal salah satu Komisaris Independen Pelni, Kristia Budiyanto alias Dede yang mengaitkan pembatalan kajian Ramadhan dengan radikalisme.

“Pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah dicopot. Ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus,” ujarnya lewat akun Twitter @kangdede78, Jumat, 9 April 2024.

Bagikan